Helo Indonesia

Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran, Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani

1 jam 10 menit lalu
    Bagikan  
Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran, Dorong Zakat Produktif dan Kemandirian Petani
HELO LAMPUNG

Bupati Nanda Panen Raya Lumbung Pangan Baznas Pesawaran di Gedongtatan. (Foto: Prokopim)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Program Lumbung Pangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran memberikan hasil nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Lumbung Pangan Baznas di Desa Kutoarjo Kecamatan Gedongtataan, Kamis (3/9/2026).

Panen raya tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung hasil pemberdayaan 60 petani mustahik yang dibina melalui program Lumbung Pangan Baznas. Program yang diinisiasi sejak 2025 itu mencakup lahan seluas 60 hektare dengan total nilai program mencapai Rp 279,5 juta.

Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga disertai pendampingan teknis, pelatihan melalui sekolah tani, serta penggunaan varietas padi Inpari 32 yang memiliki ketahanan terhadap hama dan kualitas beras yang baik. Dari lahan binaan tersebut, potensi produksi pada musim panen ini diperkirakan mencapai sekitar 300 ton gabah/beras, dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 miliar.

Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastuan mengatakan, bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat secara produktif dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pilihan Baznas untuk mengembangkan program pemberdayaan melalui sektor pertanian merupakan langkah strategis karena sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghidupan masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Keberhasilan program lumbung pangan ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga dapat memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat. Pemkab Pesawaran akan terus mendukung dan bersinergi dengan Baznas agar program seperti ini dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Nanda dalam sambutannya.

Nanda berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak mustahik yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraannya.

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Pesawaran H. A. Hamid menjelaskan, Program Lumbung Pangan merupakan bagian dari upaya Baznas dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi petani mustahik.

“Baznas hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk memastikan sektor pertanian tidak hanya tangguh dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu memberdayakan petani mustahik agar naik kelas menjadi muzaki,” kata Hamid.

Ia menyebut, dari 60 hektare lahan yang dikelola petani binaan, potensi hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 300 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 miliar. Dengan hasil tersebut, rata-rata petani binaan berpotensi memperoleh laba bersih sekitar Rp15,5 juta per musim.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat produktif dapat menciptakan siklus pemberdayaan yang berkelanjutan. Para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Keberkahan program ini diharapkan terus berputar. Petani yang hari ini menjadi mustahik kita dorong agar semakin mandiri dan pada 2waktunya mampu menjadi muzaki. Inilah semangat zakat produktif, yaitu menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara Baznas Kabupaten Pesawaran, Gapoktan Makarti Jaya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Baznas Provinsi Lampung, dan Baznas RI.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan juga penyerahan secara simbolis bantuan Program Lumbung Pangan Baznas dari Baznas RI kepada penerima manfaat senilai Rp 279,5 juta.

Selain itu, Ketua Gapoktan Makarti Jaya menyerahkan pembayaran zakat pertanian kepada Baznas Kabupaten Pesawaran sebesar Rp 12,2 juta sebagai bentuk kesadaran penerima manfaat dalam menunaikan kewajiban zakat setelah memperoleh hasil usaha.

Turut diserahkan bantuan bedah rumah layak dan sehat sebesar Rp16 juta kepada penerima manfaat. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi panen raya secara simbolis serta peninjauan lahan pertanian dan hasil produksi Lumbung Pangan Baznas

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, Wakil Bupati Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Pesawaran beserta jajaran Forkopimda, Perwakilan Baznas Provinsi Lampung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, jajaran pejabat Pemkab Pesawaran, tokoh agama dan masyarakat, penyuluh pertanian, Kepala Desa Kutoarjo beserta jajaran, kelompok tani, serta para penerima manfaat Program Lumbung Pangan Baznas. (Rama)