Helo Indonesia

59 Calon Kepala Tiyuh di Tubaba Teken Pakta Integritas, Pilkati Serentak Digelar 21 Oktober

1 jam 10 menit lalu
    Bagikan  
59 Calon Kepala Tiyuh di Tubaba Teken Pakta Integritas, Pilkati Serentak Digelar 21 Oktober

Sebanyak 59 calon kepala tiyuh dari 26 tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menandatangani fakta integritas

TUBABA LAMPUNG-HELOINDONESIA.CO----
Sebanyak 59 calon kepala tiyuh dari 26 tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menandatangani fakta integritas dan deklarasi damai menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Serentak 2026.

Deklarasi yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Tubaba, Senin (5/10/2026), menjadi penegasan komitmen para calon untuk menjaga pesta demokrasi tingkat tiyuh agar berlangsung aman, tertib, jujur, adil, dan kondusif.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., Wakil Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho, S.T., Kapolres Tubaba AKP Oktaf Siagian, S.H., M.M., perwakilan TNI, Kejaksaan Negeri Tubaba, Lanud M. Bunyamin, Sekdakab Tubaba Ir. Iwan Mursalin, S.T., M.T., serta jajaran Forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah.

Bupati Novriwan Jaya meminta seluruh calon tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memecah persatuan masyarakat. Menurutnya, kompetisi politik merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijalankan dengan tetap menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Kompetisi dan perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai merusak tali silaturahmi, memecah belah keharmonisan, serta mengganggu ketenteraman warga tiyuh," kata Novriwan.

Ia juga mengingatkan para calon dan pendukungnya untuk memegang teguh nilai Nenemo, yakni Nemen, Nedes, dan Nerimo.

Nemen dimaknai sebagai bekerja keras dan bersungguh-sungguh membangun tiyuh. Nedes berarti tahan banting dan bersabar menghadapi dinamika selama proses pemilihan. Sementara Nerimo bermakna ikhlas dan legawa menerima hasil pemilihan.

"Tanamkan komitmen dalam diri masing-masing, siap menang dan siap kalah. Hasil akhir Pilkati harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan demi kemajuan tiyuh bersama," ujarnya.

Novriwan juga meminta para calon mematuhi seluruh regulasi selama tahapan Pilkati. Politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, hingga penyebaran berita bohong atau hoax harus dihindari.

Para kandidat, kata dia, sebaiknya menyampaikan visi, misi, dan program kerja kepada masyarakat secara santun dan edukatif, tanpa mengorbankan kerukunan warga.

"Kepala tiyuh yang terpilih maupun yang belum terpilih nantinya harus bersama-sama merangkul seluruh elemen masyarakat demi menjaga stabilitas tiyuh," katanya.

Tak hanya calon, netralitas juga ditekankan kepada panitia pemilihan, Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT), dan aparatur tiyuh. Seluruh pihak diminta menjalankan setiap tahapan secara adil, jujur, transparan, dan sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba Sofiyan Nur mengatakan, Pilkati Serentak 2026 diikuti 59 calon dari 26 tiyuh, dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 56.811 orang.

"Untuk jumlah calon kepala tiyuh 59 orang dari 26 tiyuh dengan jumlah DPT 56.811," ujar Sofiyan.

Menurutnya, setelah deklarasi damai, tahapan Pilkati akan berlanjut pada penyampaian dan distribusi surat undangan kepada pemilih yang dijadwalkan berlangsung 12-18 Oktober 2026.

Sementara kampanye dijadwalkan pada 12-14 Oktober. Persiapan tempat pemungutan suara (TPS) berlangsung 19-20 Oktober, sedangkan masa tenang dijadwalkan 18-20 Oktober.

Adapun pemungutan suara akan dilaksanakan serentak pada 21 Oktober 2026.

"Setelah deklarasi ini, selanjutnya kita fokus pada tahapan penyampaian surat undangan dan distribusi, kemudian kampanye, persiapan TPS, masa tenang, dan pemungutan suara pada tanggal 21 Oktober," jelasnya.

Menariknya, dari 26 tiyuh yang menggelar Pilkati, terdapat lima tiyuh yang hanya memiliki satu calon kepala tiyuh.

Kelima tiyuh tersebut yakni Bandar Dewa di Kecamatan Tulang Bawang Tengah; Makarti dan Sumber Rejo di Kecamatan Tumijajar; serta Marga Sari dan Toto Wonodadi di Kecamatan Batu Putih.

Calon tunggal di lima tiyuh tersebut nantinya akan berhadapan dengan pilihan kotak kosong.

Sofiyan menjelaskan, calon tunggal harus memperoleh lebih dari 50 persen suara sah untuk dinyatakan menang.

"Untuk lima tiyuh calon tunggal yang melawan kotak kosong, jika calon bisa menang 50 persen plus satu dari jumlah suara sah maka calon menang. Jika tidak maka kalah," ungkapnya.

Jika calon tunggal tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut, tiyuh bersangkutan akan dipimpin oleh penjabat kepala tiyuh yang ditetapkan Bupati hingga pelaksanaan Pilkati pada periode berikutnya.

Sofiyan kembali mengingatkan seluruh calon dan masyarakat untuk menjaga kondusifitas selama seluruh tahapan pemilihan. Setiap pelanggaran kampanye akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kita harap semua calon dan masyarakat bisa menjaga kondusifitas. Adapun jika ada pelanggaran dalam kampanye maka akan diproses sesuai ketentuan berlaku," katanya.

Ia berharap deklarasi damai yang telah ditandatangani seluruh calon tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi benar-benar menjadi komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi di tingkat tiyuh.

"Deklarasi damai hari ini diharapkan menjadi komitmen bersama agar Pilkati Serentak 2026 di Tubaba berlangsung aman, demokratis, dan bermartabat hingga tahapan pemungutan suara bahkan pelantikan," pungkasnya.

(Rohman)