Helo Indonesia

Atap dan Pintu Raib, Rehab Balai Desa Labda Lamtim Penuh Misteri

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 29 Agustus 2023 20:53
    Bagikan  
Atap dan Pintu Raib, Rehab Balai Desa Labda Lamtim Penuh Misteri

Balai desa yang direhab masih terlihat bagus (Foto Khairuddin/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Warga mempertanyakan rehab balai desa yang atas dan pintunya sudah raib dan proyek rehabnya masih penuh misteri di Desa Labuhan Ratu Dua (Labda), Kecamatan Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur.

Mereka menduga ada mark up rehab Balai Desa Labda yang berlangsung sejak sebulan lalu. Atap, semua pintu, jendela dan properti lain balai desa sudah dibongkar dan masih misteri dibawa kemana.

Asir, warga setempat, mengatakan, meskipun bangunan milik masyarakat tersebut telah porak poranda, pelaksana proyek atau kontraktor dan nilainya masih misteri, tak ada papan proyek atau banner.

Biasanya, pada plang proyek berisi tulisan tentang nama pekerjaan, pagu anggaran, nama perusahaan yang mengerjakan hingga lamanya pekerjaan.

Baca juga: Kejari Mesuji Akan Gandeng Disdik Dalam Pengawasan Proyek Bangunan DAK Milyaran Rupiah

"Balai desa sudah porak poranda. Tapi sampai hari ini nggak ada papan proyek. Ini proyek pemerintah atau ptoyek siluman,"ujarnya, Selasa (29-8).

Lebih memprihatinkan lagi, kata dia, semua material yang dibongkar seperti atap asbes, kayu dan material bangunan lainnya raib. Wargapun mempertanyakan material lenyap tersebut.

"Atap dari bahan asbes, pintu, jendela dan bahan yang menempel semuanya hilang. Inikan pencurian atau penggelapan," kata Asir yang diamini warga lainnya.

Karena rehab balai desa itu tak jelas terutama soal anggaran, warga sepakat akan mengadukan proyek siluman itu ke pihak terkait seperti unit tipikor atau kejaksaan.

Baca juga: Ketua MPW PP Lampung Lantik Pengurus MPC PP Lamtim Periode 2023-2027

Lebih fatal lagi jika rehab total balai desa itu menggunakan uang negara seperti APBN, APBD Provinsi atau kabupaten. "Kami menduga proyek ini siluman dan menggunakan uang negara ratusan juta," ujar pegiat pers itu.

Dia menambahkan, pekerjaan proyek tak jelas itu diduga sarat markup atau penggelembungan anggaran.
"Karena tak jelas, kami menduga proyek ini dimarkup. Biar semua jelas, kami minta ada plang proyeknya. Jika tidak, kami akan menuntut," tegas Asir.

Bardi, salah satu tukang asal Natar Lampung Selatan mengaku ikut bekerja karena diajak salah satu temannya asal Lampung Tengah. Pria yang diupah harian itu tak tahu menahu pemilik proyek tersebut.

"Saya kerja diajak teman dan digaji Ro120 ribu per hari. Soal siapa kontraktornya, kami berenam nggak ada yang tahu," kata dia.

Baca juga: Bahaya Makan Nasi Goreng Pada Malam Hari, Begini Penjelasan dari Dokter Tirta

Hal senada dikatakan Penjabat Kepala Desa Sopiyan Effendi. Bersangkutan yang belum sebulan dilantik jadi penjabat kades mengaku tak tahu menahu soal rehab balai desa tersebut.

"Saya baru dilantik jadi penjabat kepala desa. Jadi tak tahu menahu proyek renovasi balai desa itu," ujarnya.

Karena saat ini gedung tersedang dibongkar, agar roda pemerintahan desa tetap berjalan normal yakni pelayanan masyarakat, pamong desa pun menumpang rumah salah satu pamong.

"Agar pelayanan masyarakat tetap berjalan, kami menumpang rumah salah satu pamong," pungkasnya.
(Khairuddin)