HELOINDONESIA.COM - Polusi yang semakin memburuk di daerah Jakarta dan sekitarnya mendapat berbagai macam tanggapan dari berbagai pihak.
Salah satunya yaitu Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat agar tidak meremehkan buruknya kualitas udara, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Ia menjelaskan bahwa polusi tersebut bisa berdampak pada kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kuwait Bukan Lawan Timor Leste, Gali Freitas Sempat Sarangkan Tiga Tendangan Namun Gagal Bersarang
“Jangan anggap remeh dampak gangguan kesehatan manusia akibat menghirup udara beracun dalam situasi polusi udara yang berkepanjangan di wilayah Jabodetabek,” kata Pandu Riono dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, pada Kamis (7/9).
Ia berharap semua pihak agar bisa bekerja semaksimal mungkin untuk mengatasi buruknya kualitas udara yang sedang terjadi saat ini.
Salah satunya adalah dengan mengendalikan sumber emisi polutan, penghasil PM 2,5 yang kini menjadi health issue di Indonesia itu.
Baca juga: Kasus HIV Tahun 2023 di Tubaba Sebanyak 20 orang, 2 Diantaranya Meninggal
“Perlu respon yang cepat dan strategis agar sumber emisi polutan bisa diatasi secara konsisten,” Imbuhnya.
Kemudian, Pandu Riono yang juga meminta semua pihak yang berwenang untuk terus memberikan edukasi dan informasi yang akurat dan realtime terhadap kondisi kualitas udara terkini.
Jika kualitas udara sedang buruk, himbauan penggunaan masker sebagai alat perlindungan diri terhadap sistem pernafasan juga perlu dilakukan.
“Penduduk perlu diberitahu kondisi kualitas udara yang mereka hirup setiap saat dan promosi penggunaan masker ketika beraktifitas,” tuturnya.
Baca juga: Diperiksa Lima Jam, Cak Imin Bilang Bantu KPK Tuntaskan Kasus Korupsi di Kemenaker
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan dari web apps Index Quaility Air (IQAir) per pukul 07.17 WIB, kualitas udaranya sedang dalam kategori tidak sehat.
Berikut catatan yang harus diperhatikan saat kualitas udara sedang buruk.
1. Jangan sepelekan kualitas udara bagi kesehatan
2. Atasi masalah utama produsen polutan.
3. Menggunakan masker ketika kualitas udara sedang buruk.
4. Selalu cek kualitas udara secara realtime untuk peringatan dini dan tetap waspada.
Baca juga: Membanggakan! Selamat Putri Ariani Lolos ke Final Americas Got Talent 2023
Sebagai informasi, saat ini Jakarta menjadi kota yang memiliki kualitas udara terburuk nomor 4 dengan skor 159, setelah Lahore Pakistan dengan skor 160.
Kemudian di atasnya ada Beijing China dengan skor udara 161, dan yang teratas adalah Doha Qatar dengan skor kualitas udara 182.