Bisa Tembus Jurnal Internasional, Dr Yulianto: Riset Lokal Harus Punya Sudut Pandang Global

Rabu, 8 Juli 2026 20:49
Dosen Ilkom USM Yulianto Budi Setiawan saat menjelaskan strategi publikasi internasional di kampus USM

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Penelitian yang dilakukan di tingkat lokal tetap bisa menembus jurnal internasional.

Hal itu dijelaskan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) Dr Yulianto Budi Setiawan dalam kegiatan Academic Writing Penulisan Artikel Ilmiah: Penguatan Kapasitas Akademik Menuju Publikasi pada Jurnal  Bereputasi,  di ruang teleconference, USM, Rabu 8 Juli 2026.

''Sekalipun kita melakukan riset di tingkat lokal, tetapi bukan berarti hanya masuk di jurnal-jurnal lokal, namun bisa juga menembus jurnal internasional. Namun untuk menembus jurnal internasional tersebut perlu mengambil sudut pandang internasional, misalnya dengan melihat perbandingan dengan negara-negara lain,'' kata dia dalam kegiatan yang digelar Prodi Ilmu Komunikasi, FTIK USM.

Hal senada juga dijelaskan pembicara lain Dr Dewi Kartika Sari dari UKSW. Dia yang menyampaikan materi Strategi Publikasi di Jurnal Nasional dan Internasional Terindeks itu juga menyinggung penelitian lokal yang bisa diolah sehingga menjadi persoalan public global.

''Saat ini ada banyak riset penelitian tentang riset-riset global south. Kita bisa menambahkan aspek-aspek ini, sehingga penelitian yang dilakukan akan memiliki relevansi di dunia global,'' ujar Dewi yang juga merupakan reviewer dari sejumlah jurnal internasional.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan tentang penggunaan bigdata dalam penelitian sosial. Dia juga menjelaskan teknik crawling data dari media sosial untuk riset dan tool yang digunakan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang teleconference tersebut juga menarik antusiasme peserta diskusi.

Sejumlah pertanyaan muncul misalnya tentang penggunaan artificial intelligence (AI) untuk penulisan artikel jurnal.

Yulianto mengatakan, sejumlah jurnal memperbolehkan penggunaan AI dalam penulisan artikel tetapi ada batasan-batasan yang harus dipatuhi. Selain itu ada statement pengunaan AI.

''AI misalnya bisa digunakan untuk persiapan, hanya membantu saja dan bukan sebagai penulis. Selain itu harus ada pernyataan tertulisan tentang penggunaan AI tersebut,'' jelasnya.

Hal senada dijelaskan Dewi KS. Menurutnya, penggunaan AI diperbolehkan pada sejumlah jurnal dengan sejumlah ketentuan dan batasan, tetapi yang jelas AI bukan sebagai penulis pada artikel tersebut. (Aji)

Berita Terkini