LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026. Di tengah tantangan kemampuan fiskal daerah, pemerintah juga terus memperkuat Beras Cadangan Pemerintah (BCP) sebagai langkah antisipatif menghadapi bencana, kerawanan pangan, hingga keadaan darurat.
Kepala Bidang Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tubaba, Yanti, mengatakan berdasarkan data Perum Bulog, stok beras yang tersedia saat ini mencapai 24.807.059 kilogram atau sekitar 24.807 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.
"Stok beras yang tersedia saat ini dipastikan aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun," kata Yanti, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, stok tersebut tersebar di tiga kompleks pergudangan Bulog, yakni Kompleks Pergudangan Pagar Dewa sebanyak 7.994.378 kilogram, Kompleks Pergudangan Wonosari 1.281.310 kilogram, serta Kompleks Pergudangan JP Bestari 1 Rawajitu sebanyak 15.531.371 kilogram.
Selain memastikan stok komersial tetap terjaga, Pemkab Tubaba juga menyiapkan 22,225 ton Beras Cadangan Pemerintah (BCP) yang disimpan di Gudang Bulog sebagai cadangan strategis untuk penanganan bencana alam, bencana nonalam, kondisi darurat, hingga masyarakat yang mengalami kerawanan pangan.
Pada Semester II Tahun Anggaran 2026, pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp72 juta untuk menambah cadangan pangan sekitar 5,9 ton dengan harga pembelian beras medium sebesar Rp12.230 per kilogram.
"Penambahan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat cadangan pangan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia," ujarnya.
Yanti menjelaskan, jumlah cadangan pangan yang dimiliki sebelumnya mencapai 23,695 ton. Namun setelah dilakukan addendum kontrak pengadaan, volumenya disesuaikan menjadi 22,225 ton atau berkurang sekitar 1,470 ton akibat kenaikan harga beras yang membuat volume pembelian harus menyesuaikan pagu anggaran.
Meski terus ditingkatkan, jumlah BCP Tubaba saat ini masih berada di bawah ketentuan pemerintah. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2020, pemerintah kabupaten diarahkan memiliki cadangan pangan minimal 86 ton, sementara Peraturan Bupati Tulang Bawang Barat Nomor 31 Tahun 2020 menetapkan target minimal 100 ton.
Namun demikian, Yanti menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan minimnya komitmen pemerintah daerah, melainkan keterbatasan kapasitas fiskal sehingga pemenuhan cadangan pangan dilakukan secara bertahap.
"Kami terus berupaya menambah cadangan pangan sesuai kemampuan anggaran daerah agar secara bertahap dapat memenuhi ketentuan yang berlaku," katanya.
Ia menambahkan, Beras Cadangan Pemerintah hanya disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu, seperti korban bencana, warga yang mengalami kerawanan pangan transien maupun kronis, penanganan kasus gizi buruk, hingga kondisi darurat lainnya. Penyalurannya dilakukan setelah adanya penetapan status kerawanan pangan melalui keputusan bupati.
DKP Tubaba memastikan akan terus memantau perkembangan ketersediaan pangan di daerah sekaligus memperkuat cadangan pemerintah sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasokan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi krisis pangan.
"Dengan stok beras yang aman serta upaya penambahan cadangan pangan secara bertahap, kami berharap kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan ketahanan pangan di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat terus terjaga," pungkas Yanti.
(Rohman)