✕

Pelanggan Perumda Way Rilau Bertambah 3.985, Tantangannya Pipa Bocor

Selasa, 13 Oktober 2026 19:37
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Way Rilau, Gunawan.( Foto Hajim). HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Jumlah pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Way Rilau Kota Bandarlampung bertambah sebanyak 3.985 konsumen sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Namun, tingginya laporan kebocoran pipa dan kebutuhan peremajaan jaringan masih menjadi tantangan dalam menjaga kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Way Rilau, Gunawan, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara, penambahan pelanggan tersebut terdiri atas 321 konsumen reguler, 2.393 konsumen melalui program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta 1.267 konsumen melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena pengerjaan program DAK dan IMPRES masih berlangsung. Dengan demikian, penambahan pelanggan berpotensi bertambah seiring dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan,” ujar Gunawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026).

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah pelanggan perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur jaringan perpipaan. Pasalnya, meningkatnya aktivitas pembangunan di Kota Bandarlampung turut meningkatkan risiko gangguan terhadap jaringan distribusi air bersih.

Gunawan mengungkapkan, laporan gangguan kebocoran pipa menunjukkan tren peningkatan dalam tiga bulan terakhir. Pada Juli 2026, tercatat sebanyak 433 laporan kebocoran. Jumlah tersebut meningkat menjadi 522 laporan pada Agustus dan kembali melonjak menjadi 762 laporan pada September.

Secara keseluruhan, terdapat 1.717 laporan kebocoran selama periode Juli hingga September 2026. Jumlah laporan pada September meningkat sekitar 76 persen dibandingkan dengan Juli.

Menurut Gunawan, kebocoran pipa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pekerjaan pembangunan drainase dan trotoar yang berisiko merusak jaringan perpipaan. Untuk meminimalkan dampak tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PU Kota Bandarlampung untuk meminimalkan risiko kerusakan jaringan perpipaan akibat pekerjaan pembangunan,” jelasnya.

Selain faktor eksternal, usia jaringan pipa juga menjadi persoalan. Sejumlah pipa dinilai telah memasuki masa yang membutuhkan peremajaan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam merealisasikan pembaruan jaringan secara menyeluruh.

Meski demikian, Perumda Way Rilau tetap melakukan perbaikan pada titik-titik kebocoran guna menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan.Dari sisi tarif, Gunawan memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana kenaikan tarif air bagi pelanggan.

Sementara itu, terkait kondisi musim kemarau, ia mengatakan bahwa debit air mengalami penurunan sekitar 20 hingga 25 persen. Meski terjadi penurunan, kondisi tersebut dinilai belum mengkhawatirkan dan dipastikan tidak mengganggu distribusi air kepada pelanggan.

“Penurunan debit air selama musim kemarau berkisar 20 sampai 25 persen. Namun, kondisi tersebut masih dapat diatasi sehingga tidak mengganggu distribusi air kepada pelanggan,” katanya.

Gunawan menambahkan, peningkatan jumlah pelanggan dan tingginya laporan kebocoran merupakan dua indikator penting yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan layanan air bersih.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah pelanggan harus diikuti dengan penguatan infrastruktur, pemeliharaan jaringan secara berkala, serta dukungan pembiayaan yang memadai agar kualitas dan kontinuitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Perbaikan jaringan dan penanganan kebocoran akan terus dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan,” tandas Gunawan. (Hajim).

Berita Terkini