HELOINDONESIA.COM - Setiap momentum kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) tanah air, fenomena artis berbondong-bondong menjadi calon anggota legislatif (caleg) bukan hal baru.
Menyikapi fenomena tersebut, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menilai partai politik (parpol) yang mendaftarkan caleg berlatar belakang artis hanya sebagai strategi politik untuk kepentingan meraup suara di Pemilu.
Selain itu, menurut Lucius, banyaknya artis yang ramai-ramai diusung menjadi caleg, menandakan tidak berjalannya kaderisasi yang dijalankan parpol.
Baca juga: Waspada, WHO Ingatkan Adanya Potensi Wabah Baru Lebih Berbahaya Dari Covid-19
Lucius berpendapat, saat ini sistem dan polarisasi yang dibentuk, semata-mata hanya untuk mengakomodir kepentingan parpol ketimbang kepentingan masyarakat.
"Kalau kemudian partai-partai mengusung caleg artis itu semata untuk kepentingan pemilu doang untuk mendapatkan kursi dan bukan seberapa kemudian anggota memperjuangkan kepentingan rakyat," kata Lucius dalam keterangannya, Selasa (23/5/2023).
Lucius berpandangan bahwa tujuan dan sasaran parpol yang lebih mengedepankan kepentingan elit dan golongan, berdampak pada pemilihan wakil dan pemimpin rakyat semakin tidak berkualitas. Apalagi semangat untuk memperbaiki kinerja parlemen yang kian hari tidak terlihat berpihak kepada rakyat banyak.
Baca juga: Harga Telur Melonjak Hingga Rp40 Ribu, Mendag Zulhas Bakal Dicecar Komisi VI DPR
"Bagaimana membangun perubahan di parlemen setelah pemilu nanti itu sama sekali tidak ada karena partai politik tidak menginginkan parlemen itu menjadi lebih baik," tuturnya.
Adapun artis dan publik figur yang mendaftarkan diri menjadi bakal caleg pasa pelaksanaan Pemilu 2024 adalah sebagai berikut :
Partai Keadilan Sejahtera (PKS): Narji.
Partai Gerindra: Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, Taufik Hidayat, Ari Sihasale, Rachel Maryam, Jamal Mirdad.
Partai Nasdem: Reza Artamevia, Choky Sitohang, Annisa Bahar, Ali Syakieb, Didi Riyadi, Nafa Urbach, Diana Sastra, Ramzi
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): Tommy Kurniawan, Iyeth Bustami, Arzeti Bilbina, Camelia Lubis, Zora Vidya, Norman Kamaru.
Partai Perindo: Prabu Revolusi, Aiman Witjaksono, Tommy Tjokro, Ratu Nabila, Dian Mirza, Vicky Prasetyo, Vena Melinda, Chef Arnold
Partai Demokrat: Dede Yusuf, Ingrid Kansil, Dina Lorenza, Emilia Contessa, Arumi Bachsin.
Partai Amanat Nasional (PAN): Eko Patrio, Pasha Ungu, Muchtar Lutfi alias Opie Kumis, Ely Sugigi, Uya Kuya, Astrid Kuya, Desy Ratnasari, Verrel Bramasta, Primus Yustisio, Tom Liwafa.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI): Badai Kerispatih, Mongol, Giring Ganesha, Ade Armando.
