HELOINDONESIA.COM - Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menanggapi buku berjudul The President Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi karya mantan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang baru saja terbit dalam bentuk digital.
Masinton menyoroti bagian buku SBY yang mengangkat masalah penjegalan Anies Baswedan oleh kekuasaan. Menurutnya, jangan menyalahkan pemerintah kalau bakal capresnya gagal menjadi capres, yakni kemungkinan Anies Baswedan gagal maju menjadi capres.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin melanggar konstitusi, apalagi menjegal seseorang untuk menjadi capres.
“Begini, kalau ada capres gagal maju, itu bukan karena pemerintah. Pemerintah kan tidak mungkin melanggar konstitusi membatasi hak konstitusional orang,” kata Masinton di DPR, Rabu 28 Juni.
Baca juga: Bupati Sulpakar Salat Idul Adha 1444 H di Desa Berabasan
Anggota Komisi XI DPR itu menegaskan, kalau ada pertanyaan mengapa bakal capres tidak bisa maju, seharusnya ditanyakan dulu keseriusan dari partai-partai pendukung di koalisinya. Kompak tidak.
“Ini penting, kan syaratnya 20 persen kursi DPR untuk bisa mengajukan capres. Jadi kalau ada yang sampai tidak bisa nyalon, tanyakan partai-partai politik yang akan mengusung, tenyakan keseriusan masing-masing parpol, jangan tuding pemerintah,” ujar Masinton.
Baginya, hal ini seperti pesawat. Kalau tidak bisa terbang, ya jangan salahkan udaranya. Itu kan perlu dicek kondisi bagian-bagian pesawat itu sendiri. Mungkin saja pilotnya yang bermasalah.
“Ya kalau pesawat tidak bisa terbang, jangan disalahkan udarnya dong, jangan juga dikatakan udara tidak bersahabat. Periksa kondisi engine pesawat, sayapnya, pilotnya. Jangan-jangan pilotnya yang tidak bisa menerbangkan pesawat, maka jangan salahkan udaranya,” ujar Masinton.
Baca juga: Kasus Perkosaan dan Revenge Porn di Pandeglang Penuh Kejanggalan, DPR Minta Jaksa Agung Turun Tangan
Sebelumnya, dalam buku The President Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi, SBY menilai Jokowi bisa saja melakukan penjegalan agar Anies Baswedan gagal tampil sebagai capres pada Pemilu 2024.
SBY menegaskan, langkah politik itu sah-sah saja asalkan tidak melanggar hukum. Tapi, SBY menyoroti etika Jokowi jika benar-benar melakukan hal itu maka sama saja dengan penyalahgunaan kekuasaan.
Misalnya saja dengan mencari-cari kesalahan Anies hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam sebuah kasus pidana. (*)
(Winoto Anung)
