HELOINDONESIA.COM - Soal Capres Anies Baswedan, saat ini banyak orang menilai AHY paling cocok jadi cawapresnya. Dan Partai Demokrat sangat bersemangat untuk memasangkan Anies dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), ketua umum partai itu.
Meski begitu, Koalisi Perubahan untuk Perbaikan (KPP) menyerahkan kepada Anies Baswedan untuk memilih cawapresnya). Banyak yang wanti-wanti, nanti kalau Anies pilih figur lain, dimnta kepada SBY, AHY dan Demokrat tidak mengkhianati kesepakatan.
Diingatkan juga, kalau sampai AHY dan Partai Demokrat mengkhianati kesepakatan dampaknya sangat buruk dan fatal bagi Demokrat itu sendiri.
Hal itu pula yang disamaikan kritikus Faisal Assegah dalam tulisannya yang diposting di X (Twitter), dengan judul Pak SBY dan Demokrat, Tak Ngotot AHY Cawapres…
Baca juga: Salah Ngamuk di Stamford Bridge Kandang Chelsea, Harusnya Dihukum
Menurut dia, singkirkan ambisi dan ego pribadi, aspirasi rakyat wajib diutamakan. Jika tulus dan konsisten, simpati publik mengalir pada Demokrat. Soal siapa yang layak jadi Cawapresnya Anies, masih dinamis.
Begitu pula PKS dan NasDem patut diapresiasi. Sebab solid dan istiqomah usung Anies Baswedan bakal Capres. Demokrat pun demikian, namun, kadang terlihat kaku.
“Publik terus mengamati manuver SBY dan kalangan elite Demokrat. Terkesan dari hari ke hari, AHY sangat ngotot jadi Cawapres. Itu bagus saja, namun harus bijak dan legowo,” ungap Faizal Assegaf.
Baca juga: Prabowo Capres Terkuat, Bisa Tentukan Cawapres dan Tunjuk Siapa Saja Jadi Wakilnya
Menurut dia, kapasitas AHY sebagai pendamping Anies harus matang dipertimbangkan. Posisinya selaku Ketum partai Demokrat, sangat strategis, tak berarti mengunci figur potensi lainnya.
Apalagi SBY dan elite Demokrat berkali-kali telah menegaskan: Urusan Cawapres adalah sepenuhnya keputusan Anies. Sikap itu tentu tulus, tanpa menyodorkan AHY sebagai bargaining.
“Jangan sampai ketika Anies memutuskan figur lain sebagai Cawapres, lantas SBY, AHY dan Demokrat mengkhianati kesepakatan. Tentu dampaknya sangat buruk dan fatal bagi Demokrat,” lanjut Faizal Assegaf.
Baca juga: Ganjar Tanggapi Santai Deklarasi Golkar dan PAN ke Prabowo, Katanya: Ini Seperti Pak Jokowi 2014
Menurut dia, Rakyat yang semakin agresif menggalang gerakan perubahan bakal kecewa dan sangat marah. Bisa menjadi big fire. Sebab rakyat gusar bila demi kepentingan pribadi, Demokrat terjebak egois.
“Sikap jujur dan konsistensi SBY, AHY dan Demokrat sedang diuji. Bila rakyat tulus memperjuangkan perubahan, maka PKS, NasDem dan Demokrat harus bersikap serupa. Jangan ngotot, apalagi mengkhianati aspirasi rakyat!” tulisnya. (**)
