HELOINDONESIA.COM - Bergabungnya Partai Golkar dan PAN dengan Gerindra, PKB, PBB dan Partai Perindo mendukung calon presiden atau capres Prabowo Subianto berimbas penentuan nama pendamping Prabowo semakin sengit.
Sebab, PKB sebagai partai yang terlebih dahulu bergabung di koalisi KIRR (Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya) dipastikan tetap ngotot mendorong Ketua Umum-nya Muhaimin Iskandar alias Cak Imin debagai Cawapres Prabowo.
Di sisi lain Partai Golkar dan PAN memiliki figur yang akan ditawarkan atau diusulkan sebagai pendamping Prabowo. Partai Golkar akan mengusulkan Airlangga Hartarto sedangkan PAN mengusung Erick Thohir.
Analis politik Citra Institute, menilai, adanya dua partai parlemen berdampak peluang Cak Imin semakin kecil untuk menjadi cawapres Prabowo. Dikarenakan, ada figur Airlangga Hartarto dan Erick Thohir.
Baca juga: Gelora Khawatir Ada Kekuatan di Dalam Negeri yang Minta Bantuan Asing untuk Pilpres 2024
“Kans Muhaimin mengajukan dirinya semakin mengecil, karena Golkar dan PAN yang juga punya Cawapres sendiri tidak akan menyetujuinya,” kata Efriza dalam Keterangannya, Selasa (22/8)
Jadi kata dia, manuver yang dilakukan PKB dengan membangun komunikasi yang dilakukan elit partai bertemu dengan PDIP merupakan hal yang wajar. PKB merasa upaya mendorong Cak Imin untuk dipasangkan denga Prabowo bakal terbentur tawaran Cawapres dari dua partai koalisi lainnnya.
Tak herap, beberapa kali elite PKB dan PDIP sering bertemu. Kata dia manuver tersebut dilakukan PKB Untuk menekan Prabowo agar segera menetapkan Cak Imin sebagai cawapres pendampingnya untuk maju di Pilpres 2024.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Belum Aman di Ajang Piala AFF 2023, Akan Ditentukan Malam Ini
"Manuber dilakukan oleh PKB dengan melakukan pertemuan denhan sejumlah partai termasuk dengan PDIP, agar menaikkan posisi tawar Muhaimin dan PKB di KKIR,” bebernya.
Dia menilai, koalisi yang dibangun partai saat ini masih cukup dinamis. Artinya, masib ada kemungkinan PKB berkoalisi dengan PKB. Sebab, Cak Imin masuk bursa cawapres Ganjar.
"Jika PDIP memberikan tawaran kepada Cak Imin menjadi cawapres Ganjar, maka PKB akan membelot ke PDIP," tandasnya.
