Helo Indonesia

Ciptakan Desain Interior yang Tak Hanya Estetis, Tapi Miliki Nilai Budaya dan Filosofi

Jumat, 20 Desember 2024 16:15
    Bagikan  
desain interior
Foto: ist

desain interior - Menurut Prof Koentjoroningrat, sebetulnya kebudayaan Indonesia itu adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya mulia yang dipelajari dari kehidupan masyarakat.

HELOINDONESIA.COM - Indonesia dengan beragam kekayaan tradisinya memiliki potensi luar biasa dalam menciptakan desain interior yang tidak hanya estetis, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan filosofi.

Salah satu yang sangat berpengalaman di bidang interior dan dikenal karena kemampuannya memadukan unsur-unsur tradisional dan modern dalam karya-karyanya adalah Rudi Dodo.

Seorang desainer interior terkemuka ini memanfaatkan keunikan interior khas Indonesia untuk menjadi sumber inspirasi kreatif yang tak habis-habisnya. Sekaligus memperkaya identitas budaya Indonesa di ranah global.

Jebolan Universitas Trisakti ini memulai profesinya di bidang desain interior sudah sejak tahun 92. Bahkan, Dewan Pengurus Pusat Himpunan Desain interior Indonesia ini di usia 26 tahun sudah menggarap beberapa project yang luar biasa.

Baca juga: LPPM USM – LPPM Undip Jalin Kerja Sama Empat Bidang

Di usia muda itu, dia sudah menggarap desain interior Ritz Carlton Hotel Bali. Tak hanya itu, dia juga mendesain Hotel Kempinski Bali tempatnya KTT G 20 dan yang terbaru adalah istana kepresidenan IKN.

Dikutip dari akun Youtube Indonsesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF) pada Jumat (20/12/2024), dia menampilkan karya-karyanya yang mengadopsi budaya tradisional yang dipadukan dengan gaya moderen.

“Tema menggali keunikan dan kreativitas ini adalah dua hal sebenarnya yang saya pikirkan. Jadi pertama teringat Antropolog Prof Koentjoroningrat yang mengatakan kebudayaan Indonesia itu apa sih? Bahkan kadang-kadang kita sebagai desainer bingung kebudayaan Indonesia tuh gimana. Misalnya kita pakai motif Parang itu kan Jawa gitu kan kayaknya ini tapi motif ini kan Bali gitu kan,” terangnya.

Menurut Prof Koentjoroningrat, sebetulnya kebudayaan Indonesia itu adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya mulia yang dipelajari dari kehidupan masyarakat.

Baca juga: Jelang Nataru, Polres Kendal Musnahkan 3.225 Botol Miras dan Oplosan

Kedua, menurutnya, kebudayaan itu harus mewakili satu kelompok. Dia mencontohkan Rumah Gadang.

“Nah itu Indonesia, kita melihat rumah tongkonan Jawa, oh itu Indonesia. Tapi ketika kita misalnya melihat oh ini rumah tradisional Jepang misalnya. Walaupun atapnya itu sama dengan rata-rata atapny dengan Indonesia tapi stylenya Jepang, berarti bukan Indonesia,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, agar itu mewakili budaya Indonesia harus membanggakan.

“Nah itu kan itu kata kuncinya, membanggakan. Apa itu membanggakan? Budaya Indonesia harus berkualitas tinggi. Jadi kalau misalnya kualitasnya tidak kualitas tinggi, tidak akan menimbulkan rasa bangga,” jelasnya.

Dodo mencontohkan ukiran Jepara yang dikurasinya. Dia memilih pengukirnya yang terbaik sebagai ahlinya. Kemudian bagian finishingnya dicari yang sangat baik, sehingga hasil desain Jeparsanya terlihat sangat natural.

Baca juga: Liga 1 2024-2025 : Madura United vs Bali United, Sedang Berlangsung!

“Dengan kualitas tinggi ini kita melihat itu menjadi rasa bangga. Sehingga kita tidak ragu untuk menampilkannya di kancah internasional,” ujarnya.

Yang kedua untuk mendapatkan desain interior yang membanggakan adalah perjalanan ke daerah-daerah.

“Kenapa perjalanan itu jadi penting. Mempelajari budaya Indonesia itu tidak bisa hanya dengan literatur, buku, apalagi cuma dengan judul saja.

Misalnya Budaya Minang, kemudian kita cari budaya Minang.Enggak bisa. Kita tuh harus jalan ke sana mendalami kebudayaan Minang, kita harus jalan ke Padang atau ke daerah Minang,” paparnya.

Baca juga: Chatbot AI di WhatsApp: Kemudahan dan Tantangan Baru

Di sana, bertemu dengan maestro-maestro. Kalau di sana kan banyakan tenun. Kemudian dengan arsitek-arsitek yang masih melestarikan rumah Gadang.

“Bahkan harus bertemu dengan maestro-maestro kuliner-kuliner, maestro musik. Jadi kita harus ketemu sebelum membuat desain interior bergaya Minang,” tandasnya.