HELOINDONESIA.COM -Tangas menjadi salah satu Ethnowllness Nusantara yang berasal dari kebudayaan adat masyarakat Betawi.
Tangas bagi orang Betawi itu memang berdasarkan dari filosofi hidup untuk selalu bersih. Bagi masyarakat Betawi, menjaga kebersihan sangatlah penting.
"Filosofi tersebut berkaitan dengan adat relijius Betawi bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman," papar praktisi dan trainer spa wellness, Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Senin (10/3/2025).
Selain itu, lanjut ya, landasan bagi masyarakat Betawi yang relijius tersebut, ketika akan melakukan tindakan apapun, baik aktivitas sehari-hari, perawatan kecantikan atau spa Tangas selalu disertai dengan doa dan diakhiri juga dengan doa.
Baca juga: Elin dan Aries Sandi Datang Ke KPU Pesawaran Tanpa Supriyanto
"Maka kebersihan untuk orang-orang Betawi betul-betul dilakukan secara mutlak. Kalau istilah Betawinya, segala sesuatu tindakan harus resik," papar Yoyoh.
Istilah resik ini, Yoyoh mencontohkan, misalnya ketika ia menyapu harus benar-benar bersih.
"Jadi ada candaan di masyarakat Betawi, nyapu harus resik, kalau nggak resik nanti laki lo bewokan. Atau maaf nih, bahasanya Betawi bener nih, misalnya kita nyapu, kemudian kita taroh di pojok sampahnya. Kalau sama ibu saya dulu itu ditegur; heh mau gak punya anak congean," canda Yoyoh sembari tertawa.
Namun demikian, lanjut Yoyoh, dengan candaan Betawi itu merupakan salah satu bentuk perhatian orangtua kepada anak-anaknya untuk selalu menjaga keresikan atau kebersihan.
Baca juga: Rumah Usaha Papan Bunga Ludes Terbakar di Kedaton, Diduga Termis Konslet
"Jadi tidak boleh itu sampah ditaroh di pojokan. Kalau sekarang istilahnya saya di dalam dunia spa, sampah itu bisa menyebabkan racun atau toksin. Sehingga peredaran darah menjadi tidak lancar. Karena tersumbat, maka semuanya menjadi tidak baik bagi metabolisme tubuh," papar Yoyoh.
Setelah ia dewasa kemudian belajar tentang spa, baru paham bahwa filosofi Etnowellness Betawi demikian disangkut pautkan dengan bahasa candaan seperti itu
"Jadi kalau kita bicara tentang massage, bicara tentang sirkulasi darah, relaksasi dan lain sebagainya," terang Yoyoh.
Kemudian salah satu pantun yang terkenal di Betawi adalah "Pisau belati potong selasih, pisau tajam memotong taman. Bila hati bersih hidup ini terasa nyaman.
Baca juga: Petani Terdampak Banjir di Grobogan akan Dibantu Bibit dan Pupuk
"Jadi pertama kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Kedua pisau tajam tadi memotong taman artinya kembali lagi kepada hati. Mentalitas ini tercermin dari kebiasaan bahwa perawatan Tangas Betawi adalah warisan budaya dari mulai membersihkan kulit sampai dengan perawatan kewanitaan dengan rebusan rempah, pijat dan Tangas," jelasnya.
Menurut Yoyoh, secara filosofi di Betawi itu mempunyai ritual kebersihan, ritual perawatan.
"Saya berterima kasih kepada Founder Etnaprana Lourda Hutagalung yang sudah menyertakan saya untuk ikut menggali kebudayaan-kebudayaan Betawi," tandas salah satu anggota Indonesia Wellness Master Association (IWMA) ini.
