HELOINDONESIA.COM - Fakumnya Federasi Sepakbola Timor Leste (FFTL) hingga belum terpilihnya Presiden FFTL di Timor Leste membuat kompetisi Liga 1 Timor Leste (Liga Timorense) menjadi terhenti.
Terhentinya Liga Timorense 2023/2024 membuat para pemain sepakbola di negara bekas provinsi Indonesia itu juga harus menganggur dan tidak ada kepastian bermain.
Setidaknya sudah 7 bulan kompetisi Liga 1 di Timor Leste berhenti, terakhir kompetisi digelar sekitar Mei 2023 dengan pemenang Liga Timorense dari klub yang dihuni Paulo Gali Freitas yakni Karketu Dili FC.
Baca juga: Kuwait Bukan Lawan Timor Leste, Gali Freitas Sempat Sarangkan Tiga Tendangan Namun Gagal Bersarang
Seluruh pemain asing yang bermain di Liga Timorense kini semuanya meninggalkan negara Bumi Lorosae, termasuk para pemain asing asal Indonesia, akibat ketidak ada pastian kompetisi.
Setidaknya ada tiga nama pemain asing asal Indonesia yang tercatat dalam Liga Timorense 2022, yakni Dani Ardianto dan Yano Putra keduanya bermain di AS Academia FC dan Amir Hamzah berkarir di Assalam FC.
Salah satu pemain asing asal Indonesia Dani Ardianto sempat tinggal di Timor Leste, pasca Liga Timorense berakhir, namun karena tidak ada kepastikan bermain bola, kemudian Dani kembali ke tanah air.
Baca juga: Tokoh Kemerdekaan Timor Leste Xanana Gusmao Kembali Berkuasa, Dilantik Jadi Perdana Menteri
Pria asli Jember berusia 23 tahun ini kemudian pulang kekampung halamannya untuk mencari club di tanah air.
Namun sayangnya hingga beberapa bulan di tanah air tidak kunjung mendapatkan klub, Ardianto akhirnya memutuskan untuk bermain Tarkam (Antarkampung).
"Sampai sekarang liga di Timor Leste, masih belum dimulai. Insya Allah tahun depan katanya, sekarang masih mau pemilihan Presiden FFTL," ujar Dani Ardianto melalui WhattApp, Senin (4/12/2023).
Baca juga: Pemerintahan Baru Timor Leste Segera Terbentuk, PM Taur Matan Ruak Siap Serahkan Kekuasaan
Meski demikian Dani tetap masih berkeinginan untuk bermain lagi dan bermain di Liga 1 Timor Leste, jika kompetisi kembali digelar.
Sejauh ini Federasi Sepakbola Timor Leste baru akan melakukan penjaringan calon presiden federasi sepakbola, diperkirakan pemilihan presiden federasi akan digelar pada awal Januari 2023.
"Insya Allah saya pasti kembali ke sana lagi, kalau Liga Timorense 2024 sudah bergilir kembali, namun belum tahu klub mana yang akan dituju," jelas Dani.
Untuk menjadi pemain asing di Timor Leste sepertinya Dani Ardianto tidaklah sulit karena sudah memiliki banyak teman di negara itu.
Baca juga: Dani Ardianto Pemain Indonesia yang Berkarier di Timor Leste, Ingin Bermain di Liga Indonesia
Sebelumnya Dani Ardianto sempat mendapat tawaran dari klub papan atas Liga 1 Timor Leste, dari klub Assalam FC.
Assalam FC merupakan salah satu klub sepakbola Liga 1 Timor Leste yang memiliki manajemen bagus, dan didirikan oleh komunitas Muslim di negara yang mayoritas penduduknya Katolik itu.
Vice President Assalam FC, R Sultan Rarana sempat bertemu Dani Ardianto di Surabaya dan memberi lampu hijau untuk bergabung dengan timnya jika Liga Timorense kembali bergulir.
Meski sekarang berharap untuk kembali ke Timor Leste, Dani kini fokus untuk bermain di Indonesia, guna menambah menit bermain agar kemampuannya dan fisik tidak menurun.
Baca juga: Lolos Kesehatan Pemain Timor Leste, Gali Freitas Dipastikan Direkrut PSIS Semarang
Sejak beberapa bulan terakhir ini ternyata Dani memutuskan untuk malang melintang dari satu daerah ke daerah lain untuk bermain Tarkam.
Kini Dani mendapatkan kontrak baru bermain di Liga 3 bersama Persikapas Pasuruan untuk lima bulan kedepan saja.
Sebelum sampai akhirnya bergabung bersama Persikapas Dani Ardianto awalnya dihubungi coach Subangkit yang mengajak bermain di Persikapas dari pada menganggur.
"Saya terima dulu tawaran untuk bermain Persekapas Pasuruan, untuk mengisi kekosongan sekarang," ujar Dani Ardianto.
Menurut Dani sebelumnya sebenarnya banyak tawaran untuk bermain di Liga 2 seperti Persibo Bojonegoro, Kutai Kartanegara FC, Persekat Tegal dan Sumut.
Namun saat tawaran itu datang Dani sudah terlanjut berkomitmen dengan klub lain untuk bermain di piala Bupati di Kalimantan, sehingga tawaran itu tak bisa dijalani.
"Sebelum akhirnya saya bergabung di Persekapas saya ikut laga Tarkam antar provinsi pak, ke Banjarmasin dan Pontianak," pungkas Dani Ardianto.
Dani berharap Persekapas kembali berkibar lagi sepertu dahulu, untuk tahun ini depan diharapkan sudah masuk Liga 2, kemudian berkompetisi dan kembali hingga bermain di Liga 1 Indonesia. **
