HELOINDONESIA.COM - Kapten Prancis Kylian Mbappe menghadapi kritik di negara asalnya karena melewatkan pertandingan Nations League Les Bleus melawan Israel dan Belgia meski tersedia untuk bermain untuk klubnya Real Madrid.
Pemain depan tersebut mengalami cedera otot pada bulan September tetapi kembali ke lapangan di Liga Champions melawan klub Prancis Lille sebagai pemain pengganti pada tanggal 2 Oktober.
Pelatih Prancis Didier Deschamps tidak memasukkan Mbappe dalam skuad yang diumumkannya pada 3 Oktober, dengan alasan pemain berusia 25 tahun itu kurang persiapan dan hanya memainkan sedikit pertandingan.
Disepakati bahwa ia dinyatakan tidak layak untuk tugas internasional dan akan tetap di Madrid untuk memulihkan kebugarannya sepenuhnya.
Namun Mbappe menjadi starter dalam kemenangan Real Madrid 2-0 di La Liga Spanyol melawan Villarreal pada 5 Oktober, yang kabarnya membuat Deschamps kesal.
Baca juga: Legenda Barcelona dan Timnas Spanyol, Andres Iniesta Resmi Pensiun Sebagai Pesepakbola
"Entah Anda cedera, dan Anda tidak bermain dengan klub Anda dan Anda tidak dipanggil dalam tim nasional," kata mantan pemain internasional Prancis Maxime Bossis kepada harian olahraga Prancis L'Equipe pada 7 Oktober.
"Namun, saat Anda masuk dari bangku cadangan di Liga Champions dan memulai pertandingan liga, semuanya jadi tidak jelas. Ia pemain yang istimewa. Kami sudah tahu itu sejak Michel Platini, saat kami masih menginginkannya bersama kami saat ia cedera."
Situasi Mbappe lebih rumit karena mantan pemain Paris Saint-Germain itu menjadi kapten tim nasional setelah diberi ban kapten mendahului Antoine Griezmann, yang mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada 30 September.
Komitmen Griezmann terhadap Les Bleus tidak pernah diragukan karena penyerang Atletico Madrid itu memainkan rekor 84 pertandingan berturut-turut untuk negaranya antara tahun 2017 dan 2024.
"Sebagai seorang kapten, (Mbappe) harus menjadi contoh bagi para penggemar, dan dia belum melakukannya," kata Fabien Bonnel, juru bicara Irresistibles Francais, kelompok pendukung utama Prancis, kepada L'Equipe.
Baca juga: Arctic Open 2024: Lima Wakil Indonesia akan Tampil di Hari Pertama
Laporan mengatakan bahwa Deschamps mungkin mencari kapten pengganti.
Rekan satu klub Mbappe, Aurelien Tchouameni, menjadi salah satu pilihan, menurut laporan dari L'Equipe, setelah awal musim yang kuat, bersama bek tengah William Saliba.
Mantan bek Prancis dan Manchester United Patrice Evra juga melontarkan kata-kata kasar kepada Mbappe.
“Anda memberinya kunci PSG, Anda memberinya kunci tim nasional Prancis, tetapi Mbappe masih pemain muda,” katanya di RMC Sport.
“Saya tidak akan pernah memberikannya (ban kapten) kepada Mbappe. Bagaimana Anda ingin dia termotivasi setelahnya? Jika kami memberinya segalanya, apakah Anda akan berusaha keras?”
Prancis, yang berada di posisi kedua di Grup A2, akan menghadapi Israel di Budapest pada 10 Oktober dan bertandang ke Belgia pada 14 Oktober.***
