Helo Indonesia

Sumowono Bamboo Garden, Memandang View Terindah Gunung Ungaran dari Kebun Bambu

Rabu, 14 Juni 2023 08:23
    Bagikan  
Sumowono Bamboo Garden, Memandang View Terindah Gunung Ungaran dari Kebun Bambu

Wisata Sumowono Bamboo Garden menawarkan keasrian kebun bambu berlanskap Gunung Ungaran

UNGARAN, HELOINDONESIA.COM - Jika kalian ingin berwisata sambil belajar mengenali khazanah bambu di Indonesia, singgahlah ke Sumowono Bamboo Garden (SBG) di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berkunjung ke destinasi ini,kita tak hanya menikmati sejuknya udara alam pegunungan, namun perasaan tenang dan damai menjalar ke hati kita.

Ya, SBG adalah wisata edukasi yang menawarkan spot-spot indah yang membuat kalian bakal nyaman berada di sana. Tempat ini sangat recommended untuk mengisi liburan akhir pekan atau rekreasi  bersama keluarga, kerabat, pasangan, atau rekan kerja.

Kalian disarankan datang pagi hari guna merasakan sesasi udara segar. Lokasi SBG berada di Jalan Sumowono-Kaloran KM 44, Desa Trayu, dan populer bagi warga setempat.

Baca juga: Wisata Lembah Nirwana, Serpihan Surga Tersembunyi di Limbangan Kendal

Berada di kebun bambu SBG, ada sekitar 17 spot selfie yang menarik dan instagenik. Namun tampaknya The Beauty of Ungaran Mountain yang banyak dipilih pengunjung. Maklum, dari spot ini kita bisa lepas memandang view indah Gunung Ungaran berselimut hutan dan pepohonan yang hijau.

Memandang Gunung Ungaran dari SBG

Spot yang tak kalah menarik adalah Gallery & Souvenir Shop SB Unique Bamboo dan Bahtera SBG, kapal terbuat dari bambu bergambar Arjuna-Srikandi sebagai gardu pandang. Di tempat ini, kita bisa mengamati aneka kerajinan dari bambu, bahkan ragam bentuk wajah tokoh-tokoh dunia dan sepeda yang terbuat dari bambu. Lobi, gazebo, play land, dan ruang santai pun bernuansa bambu.

Sepanjang jalan setapak di area ini, varian bambu bisa kalian temukan. Ada 37 koleksi tanaman bambu di sini, diantaranya bambu kuning, Bali, Ampel, Andong, Belanda, belo, buluh, gendani, gombong dan lain-lain.

Menurut owner dan konseptor SBG, Ricyanto Chandra tema bambu dipilih lantaran tanaman ini selain memiliki keindahan yang luar biasa juga, sangat bermanfaat mulai dari akar, batang dan daunnya.

‘’Koleksi bambu diharapkan bisa memberikan literasi tentang bambu yang bisa mengedukasi para pengunjung. Sumowono Bamboo Garden, kami buat juga sebagai ekspresi rasa syukur kita kepada Sang Pencipta yang telah menganugerahkan alam beserta isinya yang begitu indah, sehingga kita perlu merawat dan mengembangkannya agar bermanfaat bagi sesama,’’ kata Ricky, panggilan akrabnya, kepada Heloindonesia.com, Selasa 13 Juni 2023.

Masa Pemulihan

Ricky bercerita pada saat mulai dibuka di bulan Agustus 2018 sampai dengan Desember 2019  pengunjung lumayan jumlahnya. Mereka berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah , juga dari Jakarta, Bandung, Bali bahkan dari luar negeri seperti Prancis dan Australia.

Namun mulai awal 2020, wisata alam, edukasi dan seni-budaya tersebut sempat sepi akibat pandemi Covid-19 melanda .

‘’Saat itu kami sempat tutup tiga kali. Kini kami dalam masa pemulihan, belum kembali hanya menggeliat saja. Tapi kami optimistis, dengan kemudahan mengakses media sosial, wisata moncer lagi. Apalagi sebentar lagi akan ada Exit Tol di Sumowono  dari Ruas Tol  Bawen- Yogya, . Semoga memudahkan wisatawan datang ke Sumowono Bamboo Garden,’’ bebernya.

SBG3

Diawal buka memang sempat HTM kita Rp 50 ribu pada weekend dan holiday, namun  banyak masukkan dari pengunjung  yang merasakan terlalu tinggi sehingga pengelola menurunkan tiket menjadi Rp 20 ribu pada weekend (Sabtu-Minggu) dan hari libur nasional, serta Rp 10 ribu pada weekday (Senin-Jumat). Diakuinya, SBG ramai pengunjung pada masa libur sekolah, dan akhir tahun.

Apa saja yang ditawarkan di eduwisata berbasis daya tarik alam ini? Dia menyebut, SBG terletak pada ketinggian  1.000 mdpl  dengan udara yang sejuk  dengan view Gunung Ungaran yang cantik (Alam ) , dilengkapi dengan  info tentang bambu  dan pengetahuan lainnya (edukasi).

Baca juga: Kali Kesek Village di Limbangan Kendal, Keindahan Gemercik Air Sungai dan Lezatnya Gendar Pecel

Selain itu, SBG memproduksi Eco Dyeing Aesyhetics Textile , kain dengan pewarna alam dari kayu dan daun. Sebagian besar daun yang digunakan kita petik/tersedia didalam kebun kita sendiri (Seni  dan Budaya ).

‘’Segmentasi  wisata ini, mulai dari anak sekolah , keluarga kaum milenia yang membutuhkan tempat yang nyaman karena suasana SBG yang alami. Suasana yang tenang diharapkan memberikan inspirasi agar pengunjung mendapatkan ide-ide kreatif dan menjadi aksi yang inovatif,’’ ujarnya.

Ricky mengatakan, ada sejumlah  rencana pengembangan  dan inovasi guna menambah fasilitas di SBG yang diharapkan bermanfaat bagi pengunjung.  Hanya saja, dia enggan membocorkan rencana itu, dan bakal disampaikan pada waktu yang tepat sebagai kejutan.

‘’Intinya kita ingin pengunjung yang datang ke SBG bukan hanya sekadar wisata namun mendapatkan pengetahuan yang dapat diolah sehingga bermanfaat untuk kehidupan,’’ pungkasnya. (Aji)