SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Jawa Tengah Calendar of Events 2025 dengan mengusung tema “Jelajah Jateng Sekarang, Pengalaman Wisata Penuh Makna”, di Radjawali Semarang Cultural Center, Rabu malam 11 Desember 2024.
Acara peluncuran dihadiri Plh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Eni Lestari mewakili Pj. Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Uswatun Hasanah, Ketua Komisi B DPRD Jateng Sri Hartini mewakili ketua DPRD, Kepala DPMPTSP Jateng Sakina Rosellasari, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng Agung Hariyadi, sejumlah perwakilan OPD, serta Ketua KIP Jateng Indra Ashoka Mahendrayana.
Baca juga: KBAM 2024 Zona Tengah, Gelar KU 45 ke Atas Milik Pebulutangkis Suarabaru.id
Kadisporapar Jateng Agung Hariyadi, mengungkapkan ratusan kelander wisata yang disiapkan Jateng di tahun 2025 merupakan salah satu strategi untuk menarik kunjungan wisatawan.
"Malam ini kami meluncurkan Jateng Calendar of Events 2025. Selain menampilkan 10 top even, juga 255 even yang ada di 35 kabupaten/kota," jelasnya.
Booklet "Jateng Calendar of Events 2025" sendiri memuat informasi mengenai beragam kegiatan pariwisata, mulai seni pertunjukan, tradisi, karnaval, arak-arakan, dan sebagainya dari berbagai daerah di Jateng
Sejumlah acara ikonik yang menjadi magnet, kata dia, telah berhasil memikat wisatawan, di antaranya seperti Festival Gunung Slamet, Festival Payung Indonesia, Solo Menari, Festival Kota Lama Semarang, Solo Keroncong Festival, hingga Dieng Culture Festival XV.
“Kalau tempat destinasi, kita selain yang utama seperti Candi Borobudur, di 2025 kita juga mendorong Karimunjawa jadi destinasi utama. Makanya kita juga sedang berusaha membuat penerbangan dari Jakarta ke Semarang dan lanjut ke Karimun Jawa. Selain itu kami juga akan menyasar ke Geopark di sekitar Pantai Menganti,” kata Agung.
Agung optimis dengan jumlah wisatawan mancanegara sebanya 197 ribu orang pada 2024, bisa lebih ditingkatkan lagi di 2025 mendatang. Belum lagi ditambah dengan wisatawan domestik yang targetnya bisa lebih besar lagi di 2025.
Baca juga: KONI Jateng Gelar Raker di Solo, Suksesi Kepemimpinan dan Porprov 2026 Jadi Bahasan
Sementara itu, Plh. Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Eni Lestari mengatakan, Jateng memiliki segala potensi yang wisatawan cari, mulai dari budaya yang kaya, pemandangan yang indah, dan masyarakat yang ramah.
“Pemprov Jateng mengajak wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk segera merasakan pesona Jawa Tengah. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi positif langsung bagi masyarakat lokal,” bebernya.
Berikut Acara Ikonik Tahun 2025
Kalender ini menyuguhkan berbagai acara ikonik yang menjadi magnet wisata Jawa Tengah. Beberapa kegiatan utama di antaranya:
1. Festival Gunung Slamet – Event spektakuler yang memadukan tradisi unik seperti pengambilan air suci Tuk Sikopyah dan perang tomat yang meriah, kirab budaya, pertunjukan seni, bazar UMKM, dan akustik kabut lembut di tengah udara segar pegunungan lereng Gunung Slamet.
2. Festival Payung Indonesia – Seni dan budaya yang menampilkan kreativitas tanpa batas dengan payung tradisional sebagai ikon utama. Pameran seni instalasi payung, pertunjukan tari, musik, dan teater budaya, serta bazar kerajinan lokal yang kaya akan kearifan nusantara.
3. Solo Menari – Perayaan seni tari terbesar dengan ribuan penari yang tampil serentak di berbagai titik kota, acara ini menghadirkan ragam tarian tradisional, kontemporer, hingga kolaborasi modern yang memukau.
4. Festival Kota Lama Semarang – Suasana masa lampau yang hidup kembali di Festival Kota Lama Semarang, menghidupkan bangunan bersejarah dengan seni, budaya, dan kreativitas. Berbagai kegiatan seru seperti pameran seni, bazar kuliner khas, pertunjukan musik, dan tur edukatif di kawasan Kota Lama yang memikat.
5. Solo Keroncong Festival – Menghidupkan keroncong sebagai warisan budaya bangsa. Penampilan memukau dari musisi keroncong terbaik, eksplorasi genre yang berpadu dengan sentuhan modern, dan suasana khas Kota Solo yang hangat.
(Aji)