HELOINDONESIA.COM -Seorang pengusaha Inggris, Jamie Tzewee Chapman, 34, telah didakwa atas pembunuhan seorang pembantu rumah tangga wanita, yang kabarnya telah berselingkuh dengannya.
Chapman ditangkap setelah wanita yang diidentifikasi sebagai Mevi Novitasari yang berusia 25 tahun, ditemukan tewas di dasar air terjun di Pulau Hong Kong. Warga setempat menemukan jasadnya pada hari Senin di Taman Waterfall Bay.
Lho lho lho
Baca juga: Di Jember Lansia Tewas dengan Luka Tusuk, Pelaku Diduga Anak Kandung Sendiri
Polisi menemukan jasad Novitasari dan mendapati dia mengalami luka parah di kepala. Pihak berwenang yakin dia dipukul di kepala dan kemudian tenggelam, menurut laporan ABC.
Meskipun Novitasari adalah pekerja migran Indonesia, namun ia tidak bekerja untuk Chapman, mereka diduga berselingkuh, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).
Polisi Hong Kong menyatakan bahwa Chapman terlihat memasuki area air terjun bersama Novitasari pada Minggu malam tetapi ditinggalkan sendirian setelah sekitar 30 menit.
Waduh bisa gawat ini
Baca juga: Perhatikan! BPJS Kesehatan Kini Jadi Syarat Wajib dalam Pembuatan SIM di Indonesia
Seorang saksi mengatakan kepada SCMP bahwa Chapman mencoba memutuskan hubungan dengan Novitasari di puncak air terjun, Tiba-tiba wanita itu melompat ke air terjun.
"Mereka naik taksi ke taman, tempat pria itu meminta putus dengannya. Namun wanita itu menjadi gelisah secara emosional dan tiba-tiba melompat dari air terjun," kata saksi tersebut.
Kog bisa ya?
Baca juga: Bupati Konawe Selatan Terancam Pidana, Rieke Diah Pitaloka: Justice for Camat Sudarsono
Novitasari, yang telah tinggal di Hong Kong selama empat tahun, ditemukan di air pada Senin pagi. Chapman tidak melaporkan kematiannya kepada pihak berwenang dan malah melarikan diri ke Tiongkok Daratan bersama istrinya.
Pasangan itu ditangkap pada Selasa di stasiun kereta api berkecepatan tinggi setelah kembali ke Hong Kong.
Inspektur polisi Sin Kwok-ming mencatat bahwa pakaian Novitasari tetap tidak tersentuh, mungkin mengesampingkan pertengkaran fisik. Sin menyebutkan bahwa Chapman dicurigai karena perilakunya dan kegagalannya melaporkan kejadian tersebut.
"Banyak hal tentangnya yang tidak masuk akal. Beberapa bukti juga menghilang tanpa alasan. Semua keadaan ini menunjukkan bahwa ini bukan kasus kematian alami," kata Sin.
Istri Chapman, seorang penduduk Hong Kong, ditahan karena dicurigai membantu seorang penjahat tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Chapman menghadiri sidang pertamanya di pengadilan pada Jumat saat penyelidikan berlanjut. Ia terlihat mengenakan kemeja dan sweter merah, duduk di belakang mobil polisi.
Di pengadilan, ia tidak mengajukan pembelaan, dan pengacaranya tidak meminta jaminan. Hakim menunda kasus tersebut hingga Januari untuk memberi waktu bagi penyelidikan lebih lanjut.
Konsulat Indonesia dan agen ketenagakerjaan Novitasari akan membantu memulangkan jenazahnya. Novitasari berasal dari Cilacap di provinsi Jawa Tengah, kata pejabat Indonesia.
Media lokal melaporkan bahwa Chapman dan istrinya yang berasal dari Hong Kong menetap di kota tersebut setelah menikah dan mengelola kedai kopi bersama. Chapman diyakini berasal dari London dan lulus dari Universitas Loughborough pada tahun 2011 sebelum pindah ke Hong Kong.***
