LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Serangan Israel terhadap kota pelabuhan di Bandar Abbas, Iran Selatan, Senin (16/5/2025), kontan memutuskan ekspor pinang dari Lampung yang cukup besar. Data tahun 2022 saja, 580.640 kilogram senilai Rp10.327.624.800.
Pinang (Areca catechu) yang diekspor berasal dari para petani. Dengan stopnya ekspor pinang, para petani juga ikut terdampak akibat perang nunjauh di sana. Belum lagi para karyawan yang bekerja terkait dengan komoditas ini.
Jika perang berlanjut, entah bagaimana nasib petani dan eksportir pinang dari Lampung antara lain PT BUMD BiMU, Jatam Lampung, PT Best Star Indonesia, PT Multi Agro Kreasindo & Kopi Herbal Pinang, PT. Grencofe Premium Indonesia dll.
Harga pinang di tingkat petani Lampung bervariasi, dengan pinang asalan dijual sekitar Rp 4.000 per kilogram, sedangkan yang sudah disortir bisa mencapai Rp 12.000 - Rp 13.000 per kilogram.
Salah satu perusahaan eksportir pinang dari Lampung saja rutin mengirim 400-800 ton atau 15-30 kontainer per bulan. Gara-gara serangan Israel ke Bandar Abbas, Senin (16/5/2025), 6 kontainer atau 162 ton di-cancle.
Iran adalah salah satu negara pengimpor pinang terbesar di dunia, terutama dari Indonesia dan Lampung. Data Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung, ekspor komoditas pinang asal Lampung terus meningkat setiap tahun.
Pada 2019, pinang memiliki frekuensi ekspor 13 kali dengan volume 433.621 kilogram, dan nilai ekspor Rp3.964.633.500. Tahun 2020 senilai Rp3.778.610.000 atau 240.508 kilogram, dengan frekuensi ekspor 11 kali.
Lalu, tahun 2021 dengan frekuensi ekspor 10 kali dan volume ekspor 431.780 kilogram nilai ekspor pinang Lampung berjumlah Rp8.280.133.400. Selanjutnya pada 2022 senilai Rp10.327.624.800, dengan volume ekspor 580.640 kilogram. (HBM)
-
