HELOINDONESIA.COM - Langsung muncul berbagai reaksi setelah KPK minta maaf ke TNI karena telah menetapkan Marsdya TNI Henri Alfiandi sebagai tersangka dalam kasus suap. Terutama setelah KPK mengaku khilaf dalam penanganan perwira tinggi TNI itu. KPK tidak punya wewenang menangani perwira militer aktif.
Mantan penyidik KPK menilai pimpinan KPK tidak bertanggung jawab. Menurutnya, setiap kasusu sudah melalui proses yang detail bersama antara pimpinan KPK dan pejabat structural. Tapi ini malah menyalahkan penyelidik dan penyidik.
“Pimp KPK tdk tggjwb… Setiap kasus melalui proses yg detail bersama Pimp KPK & pejabat struktural KPK. Kok bisa2nya menyalahkan penyelidik/penyidik yg bekerja atas perintah Pimp KPK,” tulis Novel Baswedan di Twitter dengan akun @nazaqistsha.
Novel baswedan kemudian mencoba mengoreksi dengan kalimat pertanyaan, yakni seharusnya pimpinan KPK menyalahkan Firli Bahuri, Ketua KPK. “Kenapa tdk salahkan Firli yg menghindar & main Badminton di Manado?” tandas Novel.
Baca juga: Gibran Ungkap Jokowi Kantongi Satu Nama Capres Untuk Didukung, PPP : Secara Rasional ya Pak Ganjar
Sementara itu anggota Komisi III DPR Benny K Harman tampak kaget dengan pernyataan KPK. Dia minta KPK segera menjelaskan kepada rakyat sejelas-jelasnya soal permintaan maaf dan khilaf tersebut.
“KPK minta maaf? Ada apa dgn KPK? Segera jelaskan masalah ini seterang-terangnya kpd rakyat agar rakyat mengerti apa sebenarnya yg terjadi dlm tubuh KPK,” ujar Benny K harman melalu Twiter dengan akun @BennyHarmanID.
Menurut dia, jika KPK salah secara hukum, kesalahannya harus dikoreksi menurut hukum. “Tapi jika benar, lanjutkan prosesnya,” tambah Benny K Harman.
Baca juga: Luar Biasa, Persib Sikat Tuan Rumah Persik Kediri 2-1 Secara Dramatis
Sedangkan eks penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan, seharusnya pimpinan KPK bertanggung jawab atas kesalahan penetapan tersangka dua (2) perwira tinggi militer aktif.
“Seharusnya pimpinan KPK bertanggung jawab atas kesalahan penetapan TSK 2 militer aktif yg bukan kewenangan mereka,” tuis eks penyidik KPK Yudi Purnowo Harahap, di Twitter dengan akun @yudiharahap46.
Dia menjelaskan, setiap OTT yang dilakukan pihak KPK, sudah pasti ada surat perintah dari pimpinan KPK. Kok menyalahkan dan penyelidik dan penyidik.
“Kok malah nyalahin anak buah, OTT itu ada surat perintah dari pimpinan KPK,ekspose yg netapin tsk pimpinan, yg umumin tsk juga pimpinan KPK,” ujar Yudi Purnomo Harahap.
Ada pun pegiat media sosial Jhon Sitorus (akun @Miduk17) mengungkapkan, mestinya Puspom TNI berterimakasih ke KPK karena menemukan bukti2 meyakinkan soal kasus KORUPSI Kabasarnas
“Apalagi, Basarnas adl lembaga sipil bukan lagi militer. Segala kegiatannya berhubungan dan diatur UU sipil. Lalu kenapa harus kecewa? Jangan buat kesan MELINDUNGI KORUPTOR?” tulisnya.
Adapun netizen dengan akun @niwseir mengatakan, penyidik KPK tidak salah. Dirinya sudah sering ngomong but I'll say again: 5 orang ini adalah pimpinan KPK terburuk sepanjang masa.
“Baru kali ini KPK cuci tangan menyalahkan penyelidik atas penyelidikan yang DIPERINTAHKAN oleh mereka sendiri,” ujarnya. (*)
(Winoto Anung)
