Helo Indonesia

Kompetisi Pelabuhan Berbasis Efisiensi Enerji dan Ramah Lingkungan

Aris Mohpian Pumuka - Nasional
Rabu, 26 Februari 2025 18:38
    Bagikan  
Menko Pangan
Ist

Menko Pangan - Menko Pangan menyelenggarakan Green and Smart Port Award 2024

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Di era mendantang, pelabuhan-pelabuhan di dunia  harus memiliki standarisasi berbasis efisiensi energi dan ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan cerdas.

“Pengolahan limbah dengan penerapan teknologi ramah lingkungan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan cerdas,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan kepada wartawan, pada Rabu (26/2/2025) di Jakarta.

Sekaitan itu. Kemenko Pangan menggandeng IDSurvey dan PT Sucofindo menggelar kegiatan “Green and Smart Port Award 2024”.

Dia katakan, kegiatan ini sebagai apresiasi pihaknya terhadap pelabuhan-pelabuhan yang telah mengikuti assesmen Green and Smart Port pada tahun 2024.

“Di mana mereka telah menerapkan prinsip ramah lingkungan berdigitalisasi, serta mendorong optimalisasi pelabuhan berkelanjutan,” ujar Zulkifli.

Baca juga: Golkar soal Pengganti Aries Sandi, Elin Septiani atau Dwie Aroem

Hal itu, katanya, dilakukan guna memperkuat Sistem Logistik Nasional dan ketahanan pangan di Indonesia. Dan sejalan dengan tema yang diusung.

Ia menyampaikan apresiasinya terhadap pelabuhan-pelabuhan yang telah mengintegrasikan prinsip pelabuhan hijau dan cerdas dalam operasionalnya,.

“Yaitu dengan menerapkan aspek pengendalian perubahan iklim, efisiensi energi, sistem manajemen dan kepelabuhanan secara digital, dan pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab,” ucapnya.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat dan memperkuat rantai pasok nasional.

“Transportasi laut memegang peranan penting untuk rantai pasok pangan yang efisien, berkelanjutan, dan aman,” tuturnya.

Target Indonesia untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2027, juga harus mdipastikan aspek keterjangkauan dan keamanan pangannya melalui penguatan Sistem Logistik Nasional dengan kriteria efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi modern.

Baca juga: Kompak Saling Berpantun Diacara Penutupan Sidang Pleno 2 Johar Baru, Anggota DPRD Doakan H. Iqbal Jadi Wali Kota

Dalam penilaian Green and Smart Port Award 2024 ini, pihaknya kami melibatkan BUMN Jasa Survey yaitu IDSurvey dan PT Sucofindo.

“Sehingga penilaian yang dilakukan merupakan penilaian yang independen dan kredibel," kata Zulhas.

Menko Pangan turut menegaskan bahwa penerapan Green and Smart Port oleh pelabuhan akan memiliki multi manfaat, dan keuntungan jangka panjang seperti efisiensi operasional, akses lebih baik ke pendanaan hijau/green bonds.

Adapun lima pelabuhan yang telah berhasil melewati assesmen Green and Smart Port tahun 2024, yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang.

Kemudian, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Bali Nusra Pelabuhan Benoa, PT Bukit Asam Tbk. - Unit Pelabuhan Tarahan, PT Pertamina Port and Logistics Shorebase Kabil Batam, dan PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang.

Baca juga: Kodim Surabaya Kawal Program Ketahanan Pangan dan Serapan Gabah 2025

Direktur Utama 1DSurvey, Ansudono Soerono menjelaskan untuk standar penilaian pihaknya mengadaptasi peraturan nasional dan internasional, yaitu International Maritime Organization (IMO), Green Port Award System (GPAS), PIANC, dan standar Indonesia,.

“Yaitu, peraturan-peraturan terkait kepelabuhan, lingkungan dan energi,”
ujar Ansudono. (Yamin)