SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pelari putri Odekta Elvina Naibaho kembali membuktikan diri sebagai ratu atletik nasional nomor jarak jauh. Dia menjuarai lomba lari Semarang 10K kategori nasional putri yang mengambil start dan finish di depan Balaikota Semarang, pada Minggu pagi 15 Desember 2024.
Odekta, yang pada 1 Desember lalu naik podium kedua kategori terbuka di Borobudur Marathon 2024, menyentuh garis finish tercepat dengan membukukan waktu 34 menit 45 detik.

Tak hanya juara, catatan waktunya berhasil memecahkan rekor Semarang 10K atas nama Lucy Nthenya Ndambuki dari Kenya yang menorehkan waktu tercepat 34 menit 55 detik pada tahun 2023 lalu atau terpaut 10 detik.
Baca juga: Pengkot PBSI Semarang 2024 - 2028 Dilantik, Muhaimin Ingin Tingkatkan SDM Pelatih
Atas prestasi itu, Odekta menerima hadiah Rp 17, 5 juta dan bonus rekor Rp 5 juta yang diserahkan Wali Kota Semarang Heavearita Gunaryanti Rahayu.
Juara kedua kategori nasional putri, ditempati Novia Nur Nirwani (00:37:00), disusul Dwi Tiansi Anggraini (00:37:55). Pelari tangguh lainnya yang masuk 10 Besar yaitu Irma Handayani (urutan 4), Vera Febrianti (5) dan Pretty Sihite (9).
Sementara itu, juara pertama nasional putra lomba yang mengusung tema ''Step Up Your Limit'' inui dipegang Robi Syianturi yang menorehkan waktu 31 menit 25 detik. Terpaut satu detik di belakangnya Rikki Marthin Luther, dan ketiga Immanuel P Hutasoit (00: 31:45).
Sedangkan untuk gelar juara kategori pelajar putra dimenangi Abror Damar Maulana Taufik dengan waktu 00:38:09, diikuti oleh Muhammad Nur Hafid (00:38:17), dan Parves Yahya (00:38:44)
Baca juga: USM Kembali Torehkan Prestasi, Sabet Dua Penghargaan di Anugerah LLDikti Wilayah VI
Juara kategori pelajar putri diraih oleh Mahardini Citra Aulia Pratiwi dengan waktu 00:47:35, disusul oleh Chrysilla Putri Bintarti (00:51:41) dan Nagita Yuniar Kurniasari (00: 51:50),
Faktor Rute dan Kompetitor
Ditemui usai lomba, Odekta mengakui sebenarnya dirinya tak menyangka bisa juara dan memecahkan rekor. Pasalnya, dia melihat para kompetitor yang rata-rata punya jam terbang tinggi dan menjuarai lomba lari di berbagai kompetisi.
''Kalau ditanya apa yang membuat saya juara, adalah rute yang nyaman dilalui, keindahan Kota Lama, dan tentu saja kerja marshal dalam mengarahkan pelari. Satu hal lagi, banyak kompetitor yang tangguh di sini. Kondisi ini yang memacu saya untuk menjadi tercepat,'' ujar runner DKI Jakarta yang menjuarai nomor 5.000 m, 10.000 m, dan marathon di PON Aceh-Sumut lalu.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapreasiasi lomba lari nasional dengan diikuti 2.500 peserta sesuai kuota panitia. Dia bersyukur cuaca Semarang mendukung, setelah sehari sebelumnya dilanda hujan.
Baca juga: Harimau Betina Baru Tertangkap Akhirnya Ketemu Batua di Kebun Bintang
Menurut Mbak Ita, sapaannya, daya pikat dari Semarang 10K adalah rute yang nyaman, jalan lebar dan flat atau mendatar. Kecuali itu, sepanjang berlari, peserta akan melewati heritage dari yang terdekat Lawang Sewu hingga bangunan bersejarah di Kota Lama yang sangat ikonik.
Meskpun demikian, Mbak Ita berharap tahun depan ada perubahan rute, karena sesungguhnya Semarang kayak dengan lokasi-lokasi yang menyimpan keindahan. Ada Pantai Marina, kawasan kuliner, atau apartemen.
''Semarang 10K juga menciptakan multiplier effect, dengan tingginya okupansi hotel dan pusat oleh-oleh yang dibanjiri pelari dari luar Semarang. Semoga sektor pariwisata di Semarang tahun depan makin terangkat dengan lomba ini,'' tandasnya.
Dibagian lain, Wapemred Kompas Adi Prinantyo mewakili penyelenggara menyampaikan terima kasih atas antusiasme peserta pada Semarang 10K tahun, bahkan diantara peserta banyak yang mengenak kostum-kostum unik. Peserta kali ini ada yang datang dari Malang, Bandung, Jakarta, dan Solo yang bisa menjadikan Semarang sebagai tujuan wisata.
Dia mencatat dari 2.500 pelari yang terdaftar, terdapat 2.475 orang yang melakukan start. Sedangkan yang masuk finish ada 2.436 pelari atau 39 peserta tak sampai finish dengan berbagai faktor misalnya kurang fit,'' imbuhnya. (Aji)
