Helo Indonesia

Darurat Sampah di Salatiga, Samuel Wattimena Ajak Warga Ciptakan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 14 Desember 2024 08:10
    Bagikan  
Darurat Sampah di Salatiga,  Samuel Wattimena Ajak Warga Ciptakan Ekonomi Kreatif

Anggota DPRI RI Samuel Wattimena bertemu warga Desa Sidorejo Salatiga saat reses

SALATIGA, HELOINDONESIA.COM - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo Salatiga yang usianya diprediksi tinggal beberapa tahun lagi membuat Kota Salatiga darurat sampah. Bahkan warga merasa waswas sehingga 'wadul' (menyampaikan keluhannya) kepada anggota DPR RI Komisi VII, Samuel JD Wattimena.

Persoalan sampah ini menjadi salah satu bahasan warga bersama legislator DPR RI dari Dapil Jateng I (Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kendal) tersebut di balai RW Sarirejo, Desa Sidorejo, Kota Salatiga, Jumat sore 13 Desember 2024.

Baca juga: Dr Junaidi Beri Kuliah Umum di UiTM Malaysia Bahas Politik Hukum Perundangan

Kehadiran Samuel yang juga desainer busana kenamaan ini disambut antusiasme warga. Tak jarang warga yang memenuhi balai RW tersebut berebut minta swafoto. Suasana interaksi yang dialogis para warga pun berlangsung santai tanpa jeda. Sejumlah warga lantas menyampaikan keluhannya, salah satunya persoalan pengelolaan sampah yang kurang optimal.

''Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Salatiga yang masih menjalin komunikasi secara intens dengan saya. Memang setelah menjadi anggota Dewan di Senayan kebanyakan wakil rakyat seolah susah dihubungi, tetapi kenyataannya saya masih bisa hadir bertemu warga di Salatiga ini,'' ujar Samuel membuka dialog.

Bang Sam, panggilan akrab Samuel pun lantas menanggapi aspirasi warga. Meskipun dirinya bukan Komisi IV yang membidangi persoalan sampah, dia menyatakan akan siap membantu keluhan warga Salatiga, terutama penanganan sampah yang bakal mengancam Salatiga darurat sampah.

Melalui pemberdayaan ekonomi kreatif, Samuel ajak warga memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi.

''Apa yang menjadi keluhan masyarakat menjadi catatan dan masukan bagi saya selaku wakil rakyat di Senayan. Karena persoalan sampah bisa menjadi ekonomi kreatif. Oleh karena itu pertemuan rutin harus dilakukan. Masyarakat perlu bergandengan tangan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Saya berharap masyarakat membentuk kelompok-kelompok kecil yang nantinya bisa digerakkan menjadi gelombang besar,'' bebernya.

Baca juga: Jalan Jadi Sempit, Gerobak Pedagang dan Lapak Cat Duko Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan

Pada pertemuan tersebut, Anggota DPR RI asal Dapil Jateng I ini juga menghadirkan salah seorang mentor yaitu Dimas Herdy Utomo untuk memberikan pengarahan bagaimana pengelolaan sampah menjadi produk yang bermanfaat.

Chief of Strategic Circularva itu berbagi kiat lewat pendekatan berbasis Teknologi Bio Konversi (larva lalat Black Soldier Fly) yang mampu mengurangi beban sampah organik di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Selain menemui warga di Balai RW Sarirejo, Sammuel juga menyambangi warga Salatiga lainnya di Kecamatan Sidomukti Salatiga. Selama masa reses, dia ingin mendapat masukan berbagai hal dari masyarakat Salatiga.

''Salah satu tujuan reses ini selain bertemu masyarakat, juga menjaring aspirasi apa sih yang menjadi persoalan warga. Salah satu yang disampaikan warga Salatiga adalah darurat sampah. Penanganan sampah ini tidak terjadi serta merta, pasti ada campur tangan manusia, sehingga menjadi darurat sampah. Oleh karena itu setiap ada pertemuan dengan warga, saya selalu mengajak Dimas berbicara soal penanganan sampah. Di tempat lainnya, saya juga mengajak teman untuk berbicara soal pariwisata, UMKM,'' tambahnya.

Solusi penanganan sampah, lanjut Sammuel, harus dimulai dari masing-masing warga. Kemudian juga harus ada dukungan dari RT hingga Kecamatan dan komunitas yang ada, di antaranya komunitas gereja, komunitas masjid harus secara bersama-sama memperhatikan sampah. ''Masyarakat harus ingat, menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman,'' ujar Samuel. (Aji)