KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq mengaku prihatin dan sangat menyayangkan terhadap pembangunan Pasar Weleri yang belum sesuai harapan. Terlebih melihat kondisi bangunan Pasar Weleri yang baru saja ditempati para pedagang tersebut mengalami kebocoran parah hingga menyebabkan banjir di lantai dua.
"Saya pribadi sangat menyayangkan, saya itu pernah kesana tapi pada saat itu belum turun hujan. Sebenarnya banyak itu evaluasinya untuk Pasar Weleri tapi saya tahunya bocor baru kemarin," ujar Mahfud Sodiq di Kendal, Sabtu 21 Desember 2024.
Baca juga: MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2024: Peserta Meningkat, Semangat Makin Berlipat
Dirinya menyatakan akan segera melakukan koordinasi dan evaluasi dengan komisi yang menangani bidang tersebut guna mengetahui persoalan yang terjadi dilapangan.
"Kemarin komisi B dan C sudah kesana. Pastinya saya juga akan segera koordinasi dengan komisi B dan C apa yang menjadi persoalan di lapangan dan kita akan evaluasi Kita akan diskusikan juga dengan Disdag," ungkapnya.
Mahfud menilai banyak yang harus dilakukan evaluasi terkait pembangunan Pasar Weleri yang menggunakan anggaran APBD senilai Rp 51 miliar tersebut.
"Saya bukan ahli kontruksi tapi kalau melihat kondisinya bocor dan menyebabkan banjir harus ada yang perlu dibenahi," tegasnya.
Baca juga: Ayah Chiharu Shida Biksu, Punya Kuil, Kaya Raya, Akankah Ia Menjadi Biksu?
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo mengakui Pasar Weleri mengalami tampias saat turun hujan, sehingga mengakibatkan banjir dan genangan di lapak pedagang. Namun kondisi tersebut saat ini telah dalam proses penanganan pihak ketiga.
"Bocor itu karena tampias. Ini kan masih ada pemeliharaan dari pihak ketiga dan saat ini sudah berproses.Intinya ini masih dalam pemeliharaan dan masih tanggungjawab pihak ketiga," pungkasnya.(Anik)
