LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Wali Kota Eva Dwiana membentuk Tim Satgas Garis Sempadan Sungai (GSS) setelah melihat langsung penyebab kerusakkan kawasan akibat banjir yang terjadi beberapa kali selama dua bulan terakhir.
Wali Kota Eva Dwiana mempercayakan tim dipimpin Kadis Damkarmat Anthony Irawan dan Kasat Pol PP Ahmad Nur Rizky.Kadis Perkim Yusnadi Tugasnya, Tim GSS lebih dulu memberikan pemahaman kepada warga resiko tinggal di GSS.
Baca juga: Pulang Retret, Wali Kota Eva Langsung Bantu Warga Terdampak Hujan Lebat
Selain memberikan pemahaman kepada warga, Tim GSS mendata rumah atau bangunan agar mundur 3 meter dari bibir sungai. "Kita akan rapihkan agar GSS sesuai fungsinya," kata Wali Kota Eva di sela kunjungannya ke titik banjir, Sabtu (1/3/2025).
Tim Satgas GSS akan keliling mendatangi rumah-rumah yang masih berdiri di sempadan sungai. Wali Kota Eva Dwiana dan OPD melihat masih ada bangunan yang berdiri di bibir sungai. Untuk itu, perlu adanya kerjasama warga.
"Bangunan yang berada di sempadan sungai itu tidak dibenarkan," katanya.
Jika pembangunan terus dilakukan di bibir sungai, ancam terjadinya abrasi sekala besar bangunan ambruk dan rawan kebakaran.
Menurut Wali Kota Eva, masih ada warga yang belum memahami bahwa sempadan sungai tidak boleh didirikan bangunan atau rumah yang dapat membahayakan penghuninya. "Kita akan merapihkan sesuai fungsinya," ujar Wali Kota Eva.
Melalui whatshapp grup kecamatan, Wali Kota Eva meminta kepada 20 camat untuk terus memonitor kondisi terkini pascabanjir di wilayahnya masing-masing
Wali Kota Eva Dwiana baru sampai di Kota Bandarlampung, Sabtu (1/3/2025), pukul 05.00 WIB dan dirinya keliling kawasan terdampak banjir sejak pukul. 08.30 WIB. Dia baru pulang dari Retret Kepala Daerah di Akademi Militer Magelang.
Dia dan para pejabat yang mendampinginya meninjau lokasi yang terdampak banjir, keluarga korban tewas tertimpa tembok, hingga korban mobil hanyut di:
1. KETEGUHAN
Di Keteguhan, Wali Kota Eva dan para pejabat yang mendampinginya meninjau lokasi yang terdampak banjir, keluarga korban tewas tertimpa tembok, hingga korban mobil hanyut di Kelurahan Keteguhan samping aliran Way Sukamaju.
Akibat hujan deras, puluhan rumah warga terendam banjir kiriman perbatasan Kabupaten Lesawaran.
2. GEDONG AIR
Di Kelurahan Gedong Air, Gang Kelinci, Tanjungkarang Barat, Wali Kota Eva mengunjungi keluarga rumah tertimpa tembok tetangga yang menewaskan sepasang suami istri.
3. SEGALA MIDER
Di Kelurahan Segala Mider, Jalan Panglima Polim Gang Soleh RT 08,Lk II Kecamatan Tanjungkarang Barat, Wali Kota Eva melihat rumah milik Entin Kartini yang setengah bangunannya ambrol terkikis air Kali Wirzak.
4 TIRTAYASA
Di Tirtayasa, Wali Kota Eva dan rombongan mengunjungi keluarga korban hanyut setelah mobilnya terseret air dan masuk ke dalam drainase yang berada di Jalan Tirtayasa, Kampung Kedaung, Kelurahan Campang Raya kecamatan Sukabumi. (Hajim)
-
