Helo Indonesia

Grebeg Demak, Plh Bupati Hadiri Tradisi Penyerahan Abon-Abon Jamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Rabu, 4 Juni 2025 16:48
    Bagikan  
Grebeg Demak, Plh Bupati Hadiri  Tradisi Penyerahan Abon-Abon Jamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Plh Bupati Demak KH Muhammad Badruddin saat menghadiri penyerahan abon-abon ubarampe jamasan pusaka Sunan Kalijaga dari kraton Surakarta kepada Kasepuhan Kadilangu. Foto : sari jati

DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Plh Bupati Demak, KH Muhammad Badruddin, menghadiri acara penyerahan abon-abon atau perlengkapan jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga dari Kraton Surakarta ke Kasepuhan Kadilangu, Rabu 4 Juni 2025.

Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Besar Demak, yang puncaknya adalah ritual jamasan (penyucian) pusaka Keris Kiai Carubuk dan Kutang Ontokusumo pada 10 Dzulhijah atau bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1446 H.

Baca juga: Kiprah Dini Inayati, Anggota DPRD Kota Semarang Terpanggil Pelopori Zero Waste di Sendangmulyo

Dalam sambutannya, Gus Bad – sapaan akrab Plh Bupati – mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. “Melestarikan tradisi adalah bagian dari menghormati perjuangan para pendahulu. Ini juga selaras dengan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya menghargai yang lebih tua dan menyayangi yang muda,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Kadilangu yang telah melibatkan Pemkab Demak dalam acara penuh makna tersebut. Menurutnya, tradisi ini punya potensi besar mendukung pariwisata budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang digelar di Pendopo Natabratan Kadilangu itu juga dihadiri Sekda Demak H. Akhmad Sugiharto, Kadishub H. Arief Sudaryanto, Kabid Gakda Satpol PP Sardi Teong, dan Camat Demak Okky Andrianto.

Baca juga: Tim Universitas Brawijaya Berjaya dalam Kompetisi Genetic 2025 di USM

Meski sempat molor dua jam dari jadwal, acara tetap berlangsung khidmat. Sesepuh Trah Kadilangu, Raden Haji Imam Cahya Santosa, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena rombongan Kraton Surakarta terjebak banjir rob di jalur Pantura Kaligawe - Sayung. “Kalau hujan bisa ditunda, tapi banjir rob ini masih jadi pekerjaan rumah besar bersama,” kata Imam.

Sementara itu, GPH Adipati Dipo Kusumo dari Kraton Surakarta menyerahkan langsung uba rampe jamasan, termasuk minyak kelapa khusus yang dibuat di Masjid Agung Surakarta serta bunga rampe.

Dipo menyebut tradisi ini sudah berlangsung sejak era Mataram sebagai bentuk penghormatan terhadap dakwah Sunan Kalijaga, yang disampaikan melalui budaya seperti wayang, gamelan, hingga simbol-simbol spiritual seperti takir (takwa dan dzikir). (Jati)