UNGARAN, HELOINDONESIA.COM - Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Semarang (KKN USM) melakukan penghijauan dengan menanam 300 buah bibit pohon dan pemasangan biopori untuk pencegahan bencana banjir pada Selasa 15 Juli 2025 di wilayah Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USM Kawengen, Febrian Wahyu Christanto mengatakan, program-program mahasiswa KKN USM tersebut tidak hanya membantu warga dalam menghadapi persoalan lingkungan tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi di tengah masyarakat.
''Mari kita ajak seluruh masyarakat dengan semangat gotong-royong untuk menciptakan Desa Kawengen yang lebih maju, bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui program-program KKN USM yang telah dirancang dengan matang,'' ungkap Febrian.
Baca juga: Kesejahteraan Petani Tembakau Tergerus, Ahmad Luthfi Siap Operasi Rokok Ilegal
Dia menambahkan, bibit pohon yang ditanam antara lain Alpukat, Durian, Mangga, Jambu, Salam, Kalpataru, Randu, Kayu Manis, Pucuk Merah, dan Tabebuya.
''Kegiatan ini adalah hasil kerjasama antara Universitas Semarang (USM) melalui tim Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang, Balai Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan (BSPTH) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Desa Kawengen,'' tuturnya.
Kegiatan tersebut dihadiri antara lain, Marjani selaku kepala Desa Kawengen didampingi perangkat desa yang antara lain adalah Solikhatun (Kaur Umum), Muhamad Tohirin (Kadus Kawengen), Nasro (Staff Teknis), dan Suhadzik (Staff Teknis). Hadir pula dalam kegiatan ini Febrian Wahyu Christanto selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN beserta seluruh mahasiswa KKN USM yang ditugaskan di Desa Kawengen.
Secara simbolis beberapa bibit pohon ditanam di Lapangan Desa Kawengen oleh kepala Desa beserta perangkatnya, DPL KKN USM, dan Nadhif Ivan Rafi'i selaku perwakilan mahasiswa KKN USM.
Baca juga: Penataan Kawasan Pesisir Batang dan Semarang, Nilai Investasi Tembus Rp 114 Triliun
Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon dan pemasangan biopori oleh seluruh mahasiswa KKN USM di seluruh dusun yang ada di Desa Kawengen yaitu Dusun Genurid, Dusun Jatirejo, Dusun Selelu, Dusun Kawengen, dan Dusun Watupawon kemudian ditutup dengan doa dan makan siang bersama.
Berterima Kasih
Dalam sambutannya, Marjani mengungkapkan, pihaknya berterima kasih kepada mahasiswa KKN USM yang telah melakukan penghijauan melalui program-program yang telah dibuat.
Program kerja unggulan yang dirancang oleh para mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Dusun Kawengen khususnya terkait isu lingkungan.
''Program penanaman pohon dan pemasangan biopori ini menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan nyata yang kami hadapi terutama soal polusi kendaraan bermotor yang belakangan ini semakin terasa di lingkungan desa serta genangan air di beberapa titik saat musim penghujan. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga dan kualitas udara di sekitar permukiman,'' ujar Marjani.
Baca juga: 31 Santri Tahfidz Al-Quran MAJT- Baznas Jateng Dilatih Ilmu Jurnalistik
Hal senada dikatakan DPL KKN USM Kawengen, Febrian Wahyu Christanto. Menurutnya, program-program mahasiswa KKN USM tersebut tidak hanya membantu warga dalam menghadapi persoalan lingkungan tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi di tengah masyarakat.
''Mari kita ajak seluruh masyarakat dengan semangat gotong-royong untuk menciptakan Desa Kawengen yang lebih maju, bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui program-program KKN USM yang telah dirancang dengan matang,'' ungkap Febrian. (Aji)
