Helo Indonesia

Pelajar SMAN 9 Dibully, Happy Ending Setelah Pemkot Turun Tangan

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Sabtu, 27 September 2025 15:24
    Bagikan  
Pelajar SMAN 9 Dibully, Happy Ending Setelah Pemkot Turun Tangan

Pembullyan berakhir happy ending, selamat 1 siswi dari putus sekolah (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Setelah hampir putus sekolah, seorang siswa yang merasa dibully temannya akhirnya kembali masuk sekolah kelas XII-8 SMAN 9 Segala Mider, Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung.

Pemkot Bandarlampung yang diwakili Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandarlampung mendamaikan sekaligus menurunkan psikolog dan relawan buat pendampingan terhadap sang siswi. 

Baca juga: Kepsek SMAN 9 Jelaskan soal Surat Pernyataan Orangtua Siswi Diduga Korban Bully

undefined

Menurut Kadis PPPA Kota Bandarlampung Maryamah, Sabtu ( 27/9/2025), para siswa yang membullynya telah saling bersalaman, termasuk orangtuanya disaksikan para guru dan pihak terkait lainnya.

Kegaduhan yang berakhir happy ending, satu generasi Indonesia Emas telah "selamat" dari putus sekolah akibat pembullyan. Sang siswi sudah tak masuk sekolah dua minggu padahal sudah sekolah kelas terakhir SLTA.

undefined

Baca juga: Di Balik Senyum yang Hilang: Kisah Pilu Siswi SMAN 9 Bandarlampung

Menurut Maryamah, pihaknya masih melakukan pendampingan berupa upaya memberikan pemahaman kepada kawan kelasnya untuk tidak melakukan perundungan kepada siswa lainya. Apalagi, di usia mereka, masa masih labil.

Pihak pendidik hendaknya ikut memahami kejiwaan para muridnya atas pengaruh psikologi atas pembullyan terhadap kehidupan masa depan para pelaja. "Mentalnya bisa terganggu, depresi, cemas, stres, rendah diri, dll.

Baca juga: Pemkot Balam dan Disdikbud Lampung Turun Dampingi Siswi Korban Bully SMAN 9

"Korban bullying sering merasa tidak percaya diri dan ragu akan kemampuan mereka sendiri sehingga memengaruhi pergaulan dan menimbulkan trauma yang akhirnya penurunan nilai pendidikannya," kata Maryamah kepada Helo Indonesia.

Kata dia, PPPA dan psikolog masih terus memantau perkembangan sang siswi dan memberikan semangat agar mentalnya kuat, jangan mengingat kembali pembiulluam,dan harus fokus dalam belajar, karena sudah kelas tiga, yang sebentar lagi ujian.(Hajim).