BANJARNEGARA, HELOINDONESIA.COM - Proses pencarian korban longsor di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memasuki hari ke tiga. Proses pencarian tidak berjalan maksimal dikarenakan kondisi tanah yang labil dengan masih terjadinya gerakan tanah.
Adanya kubangan air yang berada diatas sektor A membuat area pencarian semakin berbahaya mengingat kubangan tersebut bisa sewaktu-waktu jebol. Dan saat ini tim SAR gabungan masih berupaya menyodet, membuang volume kubangan air agar tidak membahayakan tim SAR saat bekerja.
Adapun untuk korban longsor yang dicari mengalami perubahan data, dari 27 yang terdata, ternyata satu warga yang dicari telah berada di pengungsian. Sehingga data korban yang dicari berkurang dari 27 menjadi 26 warga.
"Kami sudah mengirimkan dua tim alkon (alat penyedot dan penyemprot air) untuk mengurangi volume air yang ada di kubangan agar tidak membebani tanah dan menyebabkan longsor susula,'' ungkap Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, dalam keterangannya Selasa 18 November 2025.
Baca juga: Wali Kota Bentuk 177 Posbankum di Kota Semarang
Sementara itu, Budiono juga mengatakan bahwa besok (Rabu) akan dicoba menggunakan alat berat untuk memaksimalkan pencarian. Akan ada 7 ekskavator yang akan digunakan untuk membuat akses dan juga menggali area yang dicurigai ada korban.
"Kami telah menyiapkan 7 alat berat ekskavator di dekat lokasi sudah ada ekskavator baik dari BPBD, PU, juga dari instansi lain untuk membantu proses pencarian, semoga besok alat berat bisa bekerja maksimal," tambahnya.
"Saat ini proses pencarian kami hentikan sementara mengingat cuaca mendung dan turun hujan gerimis. Besok pagi akan kami lanjutkan kembali,'' pungkas Budiono. (Aji)
