SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) memberikan pendampingan perencanaan desain intake air bersih Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang" di Balai Desa Kalikayen, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.
Tim PkM diketuai Sri Wanto ST Mt dengan anggota Ir Bambang Tutuko MM MT, Son Haji ST MT, dan Trias Widorini ST MEng.
Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerja sama dengan Pemerintah Desa Kalikayen yang dipimpin oleh Kepala Desa Kalikayen, Sugiyono serta diikuti 20 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pengelola sarana air bersih, dan perwakilan masyarakat.
Sri Wanto mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk pendampingan teknis kepada pemerintah desa dan masyarakat dalam merencanakan pembangunan bangunan intake sebagai sarana pengambilan air baku yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Baca juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Ahmad Luthfi Siapkan Strategi Amankan Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng
Dia berharap, program tersebut mampu menjadi solusi terhadap permasalahan penyediaan air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat Desa Kalikayen, khususnya akibat kerusakan bangunan pengambilan air yang dipengaruhi kondisi sungai dan banjir.
Sementara itu, Kepala Desa Kalikayen, Sugiyono menyampaikan apresiasi kepada Universitas Semarang atas pendampingan yang diberikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu pemerintah desa dalam memperoleh pemahaman mengenai perencanaan teknis pembangunan intake air bersih sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan di masa mendatang.
''Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar sistem penyediaan air bersih, penentuan lokasi intake yang aman, penyusunan gambar teknik, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB),'' ujarnya.
Baca juga: Kepemimpinan Daerah: Mengubah Kemustahilan Jadi Kenyataan
Dia menambahkan, selain penyampaian materi di dalam ruangan, pihaknya juga mengajak peserta melakukan observasi langsung ke lokasi sumber air untuk mengidentifikasi kondisi eksisting dan menentukan alternatif lokasi pembangunan intake yang lebih aman terhadap risiko banjir maupun gerusan sungai.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai kondisi sumber air, pengoperasian pompa, hingga strategi perlindungan bangunan intake terhadap kerusakan akibat bencana alam.
Beri Edukasi
Ketua Tim PkM, Sri Wanto ST MT mengatakan, tujuan kegiatan tersebut bukan memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga menghasilkan rekomendasi teknis berupa konsep awal desain intake air bersih yang dapat dijadikan acuan oleh Pemerintah Desa Kalikayen dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan.
''Kami berharap, hasil pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi Desa Kalikayen dalam mewujudkan sistem penyediaan air bersih yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan. Universitas Semarang siap terus mendampingi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat,'' ujarnya.
Melalui kegiatan itu, katanya, Universitas Semarang menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penyediaan layanan air bersih yang berkelanjutan. (Aji)
