Wamensos RI Graduasi 300 KPM di Ngesrepbalong, Suasana Layaknya Prosesi Wisuda

Kamis, 11 Desember 2025 19:45
Wamensos RI Agus Jabo Priyono didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat melakukan graduasi penerima manfaat PKH di Desa Ngesrepbalong

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 300 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari sembilan desa di Jawa Tengah secara sukarela digraduasi. Mereka tampil dengan topi toga  layaknya prosesi wisuda, menandai capaian baru menuju kemandirian ekonomi.

Graduasi dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono  dalam acara Penutupan Desa Pilot Project Pemberdayaan Masyarakat Menuju Graduasi Bansos 2025 di Desa Ngesrepbalong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis 11 Desember 2025.

Baca juga: KP Sahkan Kairul Anwar Maju sebagai Ketua Asprov PSSI Jateng, Pengusung pun Lega

Wamensos Agus Jabo menyampaikan, 300 KPM ini secara sukarela meminta untuk digraduasi karena telah mandiri secara ekonomi dan tidak lagi membutuhkan bantuan sosial pemerintah. 

“Pada hari ini (kita) sudah bisa meluluskan 300 KPM yang selama ini menerima bansos dan sudah menyatakan ingin graduasi, tidak mau terima bansos lagi, dan ingin mandiri, serta ingin berdaya. Mereka sudah melakukan usaha-usaha dan sekarang ini sudah menyatakan lulus, tidak mau menerima bansos lagi,” kata Agus Jabo.


Sembilan Desa


Pada kesempatan tersebut, Agus Jabo juga menyebutkan bahwa ada sembilan desa di Jawa Tengah yang dijadikan peecontohan, termasuk Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan. Dan graduasi ini menjadi capaian penting program pemberdayaan yang telah dijalankan di 9 desa percontohan tersebut

"Dari graduasi ini memperlihatkan bahwa 300 KPM telah menunjukkan kesiapan penuh untuk mandiri dan tidak lagi menerima bantuan," tegasnya.

Baca juga: Baru Dilantik, Bupati Ardito Langsung Korupsi Proyek buat Bayar Hutang Kampanye

Ditambahkan, program percontohan ini bermula dari usulan Dinas Sosial Jateng dan Komisi E DPRD Jateng yang mendorong intervensi pemberdayaan untuk 1.298 desa dengan penerima bansos terbanyak.

"Karena cakupan besar, Kemensos bersama Dinsos Jateng dan Komisi E DPRD Jateng memulai dari 9 desa sebagai pilot project untuk membangun model pemberdayaan yang terukur dan dapat direplikasi," ungkapnya.

Kesembilan desa tersebut dilakukan pendampingan mulai dari peningkatan kapasitas, hingga pemberian modal usaha meliputi Pesodongan (Wonosobo), Kalisalak (Banyumas), Gambuhan (Pemalang), Wlahar (Brebes), Dimoro (Grobogan), Purwosari (Magelang), Ngesrepbalong (Kendal), Peniron (Kebumen), dan Kepuhsari (Wonogiri).

"Di setiap desa berdiri 10 Kelompok Usaha Bersama (Kube) dengan modal usaha Rp20 juta per kelompok dari Dinsos Jateng," tambahnya.

Embrio Usaha

Sementara Kemensos memberikan intervensi Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Rp5 juta bagi setiap KPM PKH yang memiliki embrio usaha, dengan penyesuaian pada potensi lokal agar usaha dapat berkembang lebih cepat. Kolaborasi dengan sektor swasta juga diperluas untuk memperkuat usaha masyarakat.

“Kemensos yang berkolaborasi di sembilan desa juga mengajak pihak swasta untuk peningkatan kapasitas,” tutur Agus Jabo.

Himbara juga terlibat dalam pemberdayaan usaha di Brebes dan Pemalang. Di Banyumas, Kemensos bekerja sama dengan PT MAP untuk pengembangan kerajinan keranjang oleh warga Desa Kalisalak.

“Hasil dari produksi keranjang yang dilakukan oleh masyarakat yang ada di Desa Kalisalak Banyumas ini, kita ekspor ke Amerika,” lanjut Agus Jabo.

Baca juga: 4 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Warga Lampung, Satu Pernah Kuliah di Sini

Ia menegaskan bahwa keberhasilan 300 KPM PKH ini membuktikan efektivitas pendekatan pemberdayaan dalam mempercepat pengurangan kemiskinan. Capaian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada 2026.

Kemensos juga menyiapkan dua skema percepatan graduasi. Pertama, setiap pendamping PKH ditargetkan mampu menggraduasi 10 KPM per tahun. Kedua, Kemensos mendorong pembangunan kampung-kampung berdaya melalui kolaborasi lintas sektor.

“Inilah sebagai contoh nyata, bentuk konkret dari apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden supaya masyarakat kita segera keluar dari kemiskinan,” kata Agus Jabo.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memberikan apresiasi kepada Kemensos dan pemerintah daerah atas program percontohan dan graduasi yang telah dilakukan. 

"Graduasi kemiskinan ini tentunya merupakan program Kemensos yang sangat bermanfaat dan tentunya program yang baik ini untuk melepaskan ketergantungan dari bansos, dengan cara membangun ekosistem sosial ekonomi dan masyarakat terus diberdayakan melalui pengembangan berbagai sektor," kata Bupati Kendal. 

Sementara itu, Jamilah (56) salah satu KPM dari Desa Gambuhan mengungkapkan rasa senangnya usai digraduasi langsung oleh Wamensos. Ia mengaku berpenghasilan hingga Rp3,5 juta dengan usaha ternak kambing. 

 "Alhamdulillah semangat ada kemajuan, bansos buat yang lain, gantian ya. Kasihan yang belum nerima bansos," kata Jamilah.(Aji) 

Berita Terkini