Helo Indonesia

Tragedi Memilukan: Siswi SD 7 Tahun Ditemukan Tewas di Kebun, Tanpa Celana

Satwiko Rumekso - Ragam -> Trending
Jumat, 15 November 2024 10:04
    Bagikan  
Siswi MI tewas di semak
Art-AI

Siswi MI tewas di semak - Ilustrasi

HELOINDONESIA.COM -Kasus pembunuhan disertai dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) berusia 7 tahun di Banyuwangi merupakan peristiwa tragis, sangat mengguncang masyarakat Banyuwangi

Siswi tersebut tewas mengenaskan di kebun tak jauh dari lokasi rumahnya Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Rabu (13/11/2024).

Kronologi kejadian bermula saat keluarga korban merasa khawatir karena anaknya tidak kunjung pulang dari sekolah.

Ayo kawal terus gaes

Baca juga: Ivan Sugianto Akhirnya Ditangkap, Setelah Diduga Punya Beking

Setelah mencari informasi di sekolah dan tidak menemukan petunjuk, keluarga pun melakukan pencarian secara mandiri. Sayangnya, pencarian tersebut berakhir tragis.

Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di semak-semak kebun pada pukul 10.30 WIB, dalam kondisi korban sangat memprihatinkan. Ia tergeletak telentang di rerumputan dengan mengenakan seragam sekolah namun tanpa celana.

Lho lho lho

Baca juga: 4 Poin Perbedaan yang Disampaikan Prabowo dengan Xi Jinping Menuju Kemitraan Strategis

Selain itu, beberapa kancing baju korban ditemukan berserakan di sekitar lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, menjelaskan bahwa ada dugaan kuat korban mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa luka memar pada bagian belakang kepala dan keluarnya darah dari hidung korban. Selain itu, pakaian korban yang tidak lengkap dan kancing yang berserakan juga mengindikasikan adanya upaya paksaan.

Tidak hanya itu, sepatu dan sepeda korban juga ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan jenazah. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa korban telah dibawa ke lokasi kejadian secara paksa.

Polisi telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian dan adanya tanda-tanda kekerasan seksual.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Masyarakat pun berharap agar pelaku kejahatan keji ini segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.***