Helo Indonesia

Polri Bersekutu RTT dan Malaysia membongkar Pabrik Narkoba Jaringan Internasional

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Hukum & Kriminal
2 jam 23 menit lalu
    Bagikan  
Bersekutu
heloindonesia

Bersekutu - Polri bekerja sama dengan Malaysia dan RRT membongkar pabrik sabu.

JAKARTA,HELOINDONESIA.COM - Polri bersama Malaysia dan RRT (Republik Rakyat Tiongkok) bersekutu dalam mengungkap jaringan peredaran Narkoba lintas negara. Kolaborasi tersebut membuahkan hasil berupa pengungkapan laboratorium gelap Narkoba jenis sabu di Aceh, dengan barang bukti mencapai 1,2 ton dan penangkapan 11 tersangka di Indonesia.

"Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC) mengapresiasi kerja sama penegakan hukum tersebut, karena berhasil membongkar jaringan pabrik pembuatan sabu," kata Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam jumpat pers di Lobby Utama Gedung Rupatama Mabes Polri, pada Rabu (28/10/2026) di Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, dalam pertemuan bilateral dengan Kapolri Suyudi mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif terhadap jaringan kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos untuk dikirim ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” ujar Lan Weihong.

Baca juga: Kades Diduga Narkoba dan Korupsi, Warga Demo Lengserkan dan Kembalikan Dana Desa

Ia menyebut, operasi yang dilakukan pada 21 Oktober 2026 berhasil mengungkap laboratorium gelap sabu di Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, aparat Indonesia menyita 1,2 ton sabu dan menangkap 11 tersangka. Sementara itu, otoritas Tiongkok juga menangkap tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut di wilayah Tiongkok.

Lan Weihong menilai, keberhasilan ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas negara dalam membongkar jaringan narkotika yang beroperasi melampaui batas yurisdiksi. Menurutnya, pertukaran informasi intelijen, penyelidikan profesional, dan koordinasi penegakan hukum menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan tersebut.

Sementara itu, Kapolri Suyudi menegaskan bahwa Polri berkomitmen memperkuat kerja sama internasional untuk memberantas peredaran narkotika, termasuk membongkar jaringan yang berada di balik distribusi narkoba lintas negara. Menurutnya, keberhasilan pengungkapan di Aceh merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga penegak hukum dengan dukungan mitra internasional.

“Yang mana beberapa waktu lalu kita telah melakukan pengungkapan secara bersama antara Polri, BNN Republik Indonesia, Bea Cukai, dan juga tentunya atas dukungan besar dari NNCC,” ucap Kapolri.