Helo Indonesia

POBSI Jateng Mencari Ketua Umum, Berharap Muncul Figur Muda

Ajie - Olahraga
Sabtu, 21 September 2024 00:57
    Bagikan  
POBSI Jateng Mencari Ketua Umum, Berharap Muncul Figur Muda

Willyanto

PEKALONGAN, HELOINDONESIA.COM - Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jateng mencari figur ketua umum baru periode 2024-2028 menyusul berakhirnya masa kepengurusan saat ini. Menurut rencana, musyawarah provinsi (musprov) pemilihan ketua umum direncanakan paling lambat pada November mendatang.

Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng Willyanto mempersilahkan masyarakat biliar di Jateng untuk memilih nahkoda baru. "Saya yakin dari 37 juta penduduk di Jateng, ada figur yang tepat untuk menggantikan saya," kata Willyanto, kemarin.

Baca juga: Indahnya Ukiran dan Batik di Tegalsambi Jepara, Juara III Gelar Desa Wisata Jateng 2024

Dirinya berharap, munculnya figur-figur muda yang mumpuni untuk meneruskan estafet kepemimpinan di induk organisasi biliar Jateng.

"Sudah waktunya generasi muda tampil mengurus biliar di Jateng," imbuhnya. Adapun syarat untuk dapat mencalonkan diri menjadi ketua umum dijelaskannya minimal mendapatkan dukungan dari enam pengurus POBSI kab/kota di Jateng.

"Siapapun bisa mencalonkan diri, terpenting memiliki KTP di Jateng dan mencintai olahraga biliar," ucap pemilik rumah biliar Merdeka Pool & Lounge Pekalongan ini.

Regenerasi

Willyanto mengaku tidak ingin kembali mencalonkan sebagai ketua umum. Memimpin POBSI Jateng selama tiga periode baginya sudah cukup. Terlebih, menurut AD/ART ketua umum hanya boleh menjabat selama dua periode saja.

Baca juga: 66 Finalis Mas Mbak Jateng 2024 Jalani Masa Karantina, Ada Sesi Wawancara dan Apresiasi Seni

Sejatinya, masa kepengurusannya telah berakhir pada akhir Februari 2024. Namun, pada 2023 KONI Pusat menerbitkan SK yang meminta induk organisasi olahraga masa baktinya habis pada 2024 untuk melaksanakan suksesi setelah PON XXI Aceh dan Sumut.

Dirinya menegaskan, regenerasi di tubuh POBSI Jateng harus berlangsung dengan mulus dan tidak ada ganjalan apapun. Pengurus mendatang juga harus harus solid dan memahami seluk beluk tentang biliar. Selain itu, kepengurusan mendatang harus mampu menjadi jembatan antara insan biliar dengan induk organisasi olahraga dan pemerintah. (Aji)