Helo Indonesia

Pemkab Kendal Siap Lakukan Kajian Stockpile Tak Berizin di Weleri

Sabtu, 15 Maret 2025 20:37
    Bagikan  
Pemkab Kendal Siap Lakukan Kajian Stockpile Tak Berizin di Weleri

Keberadaan stockpile galian C di Kecamatan Weleri yang menuai sorotan. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Keberadaan sejumlah stockpile galian C  tak berizin di Kecamatan Weleri, mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal mengambil langkah dengan membuat tim kajian untuk mendata stockpile yang ada di kabupaten ini.

Dalam musyawarah di Aula Kecamatan Weleri, Jumat 14 Maret 2025, yang menghadirkan OPD terkait, anggota DPRD Kendal, kepala desa, para pemilik usaha stockpile dan masyarakat yang terdampak terkuak ada sekitar 7 stockpile di Kecamatan Weleri yang belum memiliki izin namun beroperasi.

Baca juga: Prolanis di Puskesmas Limbangan, Merawat Kesehatan dalam Keriangan Chicken Dance

Lalu lalang truk pengangkut material ini membuat geram warga karena tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan maupun akses jalan di sekitar.. Dampak jalan berdebu dan rusak dirasakan warga di empat desa yakni, Bumiayu, Penyangkringan, Sumberagung dan Nawangsari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tim guna mengkaji terkait perijinan pendirian stockpile, terutama dengan merajalelanya usaha stockpile di Weleri.

"Kami hadir di musyawarah atas perintah ibu bupati. Dan dari kejadian ini kami akan membuat tim kajian, kami akan kaji baik dari administrasi, tata ruangnya dan ijin stockpile itu harus seperti apa," ungkapnya.

Kepala Kesbangpol yang akrab disapa Febi menegaskan, dinas terkait juga harus turun tangan dan tegas melakukan kajian bahwa stockpile harus memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) lalu lintas dan lainnya.

"OPD terkait harus bertanggung jawab. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Satu Pintu, kemudian LH yang bagian lingkungan apa melalui kajian atau tidak," kata Febi.

Baca juga: Rizky Aritonang Siap Pasang Badan Hadapi Pemilik Stockpile Nakal

Terlebih melihat banyaknya stockpile di satu desa dan berada di pemukiman padat penduduk.

"Kan bahaya sekarang satu desa ada 7 stockpile. Kajiannya gimana, kalau orang bisa gampang mendirikan stockpile. Nanti satu desa ada 10 stockpile, apa dampaknya tidak semakin besar," tandasnya.

Terpisah, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berharap persoalan aktivitas stockpile yang dikeluhkan warga di Kecamatan Weleri bisa segera diselesaikan sesuai kesepakatan dalam musyawarah .

"Sehingga tidak menimbulkan gejolak, Alhamdulillah musyawarah juga sudah menyepakati pengusaha stockpile akan melakukan perbaikan jalan. Nanti kita juga akan coba tertibkan kalau memang belum ada ijin. Kita tidak membatasi usaha tapi memang harus membuat nyaman semua pihak," tegas Bupati Kendal.(Anik)