LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM —Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung yang dipimpin Purnama Wulan Sari Mirza terus memperanum Taman Wisata Agropark PKK Lampung seluas 13 hektare dengan polesan beragam program di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan.
Batin Wulan, sapaan karib istri Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ini, melakukan konsolidasi ulang tata kelola PKK Lampung Agropark dalam program kerja tematiknya dalam mendukung upaya percepatan pembangunan daerah.
Kegiatan Agropark PKK Lampung sebagai bagian tak terpisah dari amanat kerja-kerja kinetik TP PKK Lampung merupakan bagian dari pilar utama pembangunan keluarga dan masyarakat (bersama Tim Pembina Posyandu Provinsi) yang berperan strategis mendukung upaya pembangunan daerah.
Sadar sandang status mulia, diabdikan kehadirannya guna menjadi subyek bagian dari amanat itu, sekaligus sebagai obyek utama bentang alam percontohan demi membangun kesadaran jutaan keluarga dari total populasi 9,623.760 jiwa penduduk warga negara Indonesia ber-KTP elektronik Lampung per awal April 2026 dengan laju pertumbuhan penduduk 1,11 persen per tahun per data akhir 2025 lalu.
Kawasan subur yang dibangun sejak awal era Gubernur ke-8 Sjachroedin ZP memimpin Lampung tersebut, ada yang menyebutnya sedikit kurang terkelola dengan baik, malah adapula yang bilang separuh terlantar, kendati dibangun ditujukan menjadi kawasan taman hortikultura (hortipark) awalnya.
Lantas seiring perjalanan sejalan transisi kepemimpinan antar gubernur, dirubah secara konsepsional menjadi kawasan terpadu wisata pertanian dan perkebunan percontohan (agropark) sekaligus kawasan taman wisata edukasi (edupark) kemudian, hingga kini.
Selain program rutin penanaman tetumbuhan produktif skala rumah tangga mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan tropis nontropis, aneka tanaman bunga, pohonkayu khas pohon penghijauan, pengembangbiakan hewan bahan baku pangan seperti ikan, dan sebagainya. Lazimnya agropark edupark, kawasan terpadu ini mesti punya jati diri unggul yang mesti layak jual.
Sadar situasi, sadar arti pentingnya gotong royong dan kolaborasi, maka demi untuk mewujudkan poin itu, Batin Wulan menatap nanar: kenapa tidak, dikerjasamakan?
Dan, tarikh 21 Juli 2025 lalu turut terpilih menjadi tonggak baru penting pemajuan agropark ini. TP PKK Lampung resmi menggamit kerja sama enam pihak: Asosiasi Perbenihan Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia Lampung, Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia Lampung, Komunitas Ayo Menanam Indonesia (KAMI), PT Manunggal Agribisnis Sejahtera, dan Real Estat Indonesia (REI) Lampung.
"Hari ini saya menyerahkan kesepakatan bersama tentang Pengembangan Kawasan Agropark PKK Provinsi Lampung kepada enam mitra strategis. Kegiatan diawali dengan penanaman simbolis bibit cabai dan nanas. Sebuah tindakan sederhana namun bermakna besar untuk mendukung ketahanan pangan dan menekan inflasi di daerah," warta Batin Wulan, hari itu.
Alumnus SMA Negeri 2 Bandarlampung, Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, dan Magister Manajemen Unila inipun mendemarkasi pula, bahwa MoU diteken bukan sekadar dokumen tertulis tanpa makna.
Akan tetapi, ia lebih merupakan wujud nyata komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, pemangku kepentingan, dan swasta untuk percepat terwujudnya kawasan agropark yang produktif, mandiri, berkelanjutan.
Karenanya berterima kasih, ia seraya pula mengajak. "Mari kita jadikan Agropark PKK ini sebagai laboratorium hidup yang memberi manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat sekitar. TP PKK Provinsi Lampung siap bersinergi demi Lampung Maju Indonesia Emas," taja visioner Batin Wulan.
Hingga kini nyaris setahun kemudian, progres demi progres lapangan pun satu persatu kunjung perlahan didapatkan. Selain, TP PKK Lampung juga terus membesut ajakan demi ajakan banyak pihak semisal untuk menjadikan kawasan Agropark PKK sebagai lahan favorit aneka tema kegiatan penanaman bibit dan pohon penghijauan.
Misal, penanaman bibit pohon bersama Lions Club Sofia Jakarta di PKK Agropark Lampung pas bertepatan momen peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025. Bagian dari upaya kolaborasi meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung program penghijauan di provinsi ini. Terakhir, delegasi TP PKK Pusat juga sempat sambang ke sini.
Sementara, satu sisi data pasti kapan hari H pertama zona sabuk hijau ini resmi dibangun belum diketahui, sisi lain terselip unggahan sederhana wujud ekspresi rasa syukur dengan keberadaan dan atas gerak maju pengembangan kawasan Agropark PKK Lampung ini dari salah seorang pengurus TP PKK Lampung yang juga pensiunan dosen Unila, alumnus Biologi ITB, pecinta tanaman dan hewan unik langka, serta pengelola Taman Kupu-Kupu Gita Persada Kemiling Bandarlampung, Dr Herawati Soekardi Djausal.
"Alhamdulillah, Lampung punya Agropark PKK. Terima kasih pada semua yang telah membuatnya menjadi taman kebun yang indah dan bermanfaaat. Silakan bagi anda yang mau berkunjung," takzim istri arsitek, budayawan, kolektor gemstone, pakar ferrosemen, pehobi layang-layang, sastrawan, Ketum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Lampung, dan penasihat Heloindonesia.com, Anshori Djausal ini.
Berkesan bagi pelajar, mahasiswa, dan komunitas ragam kampus, sekolah, dan daerah bahkan dari luar Lampung, kawasan berjarak tempuh sekitar 25 menit dari pusat Kota Bandarlampung ini menawarkan konsep rekreasi alam terintegrasi. Dengan daya tarik perkebunan buah (melon, anggur), taman sayuran edukatif, zona peternakan (sapi, kambing), kolam perikanan air tawar; pun pengunjung bisa ikuti panen raya.
Agropark PKK Lampung yang dilengkapi fasilitas gazebo, musala, toilet, dan area parkir luas ini terbuka untuk umum, Senin hingga Ahad pukul 08.00–17.00 WIB, biaya masuk cukup Rp3.000 per orangnya. (Muzzamil)
