Helo Indonesia

Pemulung TPA Jatibarang Doakan Luthfi Jadi Gubernur Biar Nasib Mereka Berubah Lebih Baik

Ajie - Pilkada
Jumat, 27 September 2024 20:04
    Bagikan  
Pemulung TPA Jatibarang Doakan  Luthfi Jadi Gubernur Biar Nasib Mereka Berubah Lebih Baik

Calon gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menyalami para pemulung di TPA Jatibarang Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, mengungkapkan keresahan mereka terhadap kondisi kerja dan minimnya perhatian yang mereka terima selama bertahun-tahun.

Kebakaran yang kerap terjadi di TPA serta overload sampah semakin memperburuk keadaan, sementara kesehatan dan keselamatan mereka terabaikan.

Hal itu mereka sampaikan saat berdialog dengan Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di TPA Jatibarang, Jumat 27 September 2024.

Baca juga: Susunan Pimpinan DPRD Lengkap, Mahfud Sodiq Ditetapkan Sebagai Ketua DPRD Kendal

Para pemulung kaget ketika Ahmad Luthfi menyambangi mereka saat di tempat kerjanya.

Mereka  berharap agar ada perubahan nyata yang dapat meningkatkan kualitas hidup dalam keseharian.

Mbah Tarno, koordinator pemulung di TPA Jatibarang, menyampaikan keluhan mendasar terkait kondisi fasilitas di TPA yang sudah tidak memadai.

"TPA ini sudah overload, tiap hari sampah terus masuk tanpa henti. Kami butuh alat berat untuk mempercepat pengelolaan, dan lapangan juga harus diperluas supaya tidak macet," ungkapnya.

Situasi ini diperparah dengan masalah kebakaran yang sering terjadi akibat penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik, menimbulkan risiko bagi para pemulung yang beraktivitas di area tersebut.

Baca juga: Bawaslu Telusuri Dugaan Penggunaan Fasilitas oleh Windu Suko Basuki, Begini Hasilnya

Namun, bukan hanya persoalan fasilitas yang menjadi perhatian. Para pemulung juga mengeluhkan minimnya perhatian terhadap kesehatan mereka.

Bu Tinah, salah satu pemulung di Jatibarang, berbicara tentang betapa sulitnya menjaga kesehatan di tengah lingkungan kerja yang tidak higienis dan berbahaya.

"Kami kerja di sini setiap hari, tapi nggak pernah ada perhatian soal kesehatan. Nggak pernah ada bantuan atau cek kesehatan buat kami," keluh Bu Tinah.


Perubahan Nyata

Ia berharap kehadiran Ahmad Luthfi bisa membawa perubahan yang nyata.

"Tadi saya ketemu Pak Luthfi, orangnya baik dan perhatian sama kita. Saya doakan dia sukses dan semoga nanti kami di sini juga dapat bantuan lebih sering," lanjutnya.

Dialog antara Ahmad Luthfi dan para pemulung menjadi momen penting untuk menyampaikan berbagai masukan langsung dari mereka yang bekerja di garis depan pengelolaan sampah.

Luthfi dengan tegas menyatakan komitmennya untuk segera menangani persoalan ini, tidak hanya di tingkat TPA, tetapi juga dalam pengelolaan sampah di rumah tangga.

"Masalah sampah ini harus kita tangani dari hulu sampai hilir. Kita perlu mengedukasi masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah tangga. Kalau kita bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, masalah seperti ini bisa lebih cepat diselesaikan," ujarnya.

Baca juga: Link Video Guru dan Siswi di Gorontalo Masih Banyak Dicari di Media Sosial

Bagi para pemulung, solusi nyata dalam bentuk perlindungan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan menjadi kebutuhan mendesak.

Ahmad Luthfi berjanji akan mengupayakan program kesehatan gratis dan memperbaiki sistem perlindungan bagi pemulung yang selama ini belum mendapatkan perhatian.

"Pemulung adalah pahlawan lingkungan yang sering dilupakan. Kita tidak bisa terus membiarkan mereka bekerja tanpa perlindungan yang layak," kata Luthfi.

Para pemulung berharap jika Luthfi terpilih, nasib mereka akan berubah menjadi lebih baik, terutama dalam hal kesehatan dan kondisi kerja di TPA yang selama ini mereka rasa kurang mendapat perhatian di era pemerintahan sebelumnya. (Aji)