LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Duka mendalam menyelimuti Kota Bandarlampung. Di antara 32 prajurit yang gugur tertimbun longsor saat menjalankan tugas negara di kawasan Cisarua, Bogor, terdapat satu putra terbaik daerah ini, Pratu Marinir Febri Bramantyo.
Jenazah almarhum dimakamkan secara militer di Tempat Pemakaman Islam (TPI), Gang Jeruk, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Rabu (28/1/2026). Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru.

Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Pratu Febri merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan dikenal sebagai sosok panutan bagi adik-adiknya.
“Almarhum itu penyayang, bertanggung jawab, dan sangat peduli pada keluarga,” tutur Haryanto (65), paman almarhum, dengan suara bergetar.
Prosesi pemakaman dipimpin Letkol Marinir Sugiarto. Upacara militer ditandai dengan tembakan salvo dan tiupan terompet yang mengalun pilu sekitar pukul 13.00 WIB, mengiringi kepergian sang prajurit ke peristirahatan terakhirnya.

Pratu Marinir Febri Bramantyo merupakan salah satu dari 19 prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir (Yonif 9/Bala Bala Yudha Perkasa/Beruang Hitam) TNI AL yang bermarkas di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Saat musibah terjadi, para prajurit tengah menjalani Latihan Pratugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini di kawasan Cisarua, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Almarhum adalah putra dari Sukarno, Ketua RT 17 Kelurahan Gedong Air. Sementara ibunya dikenal aktif sebagai kader Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di lingkungan kelurahan.

Lurah Gedong Air, Fajar, mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati dan tetap peduli pada lingkungan meski telah menjadi prajurit.
“Kalau ada gotong royong, almarhum selalu turun ikut bersih-bersih kampung. Warga sangat kehilangan,” ujarnya.
Menurut Fajar, kepergian Pratu Febri meninggalkan duka mendalam bagi warga dan aparat setempat. Ia berharap semangat pengabdian almarhum dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Kami mendoakan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan atas takdir dari Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
(Hajim)
