Helo Indonesia

IWaw, Baru Klaim Prestasi Selangit, Ada Apa Kadis Parekraf Mundur Mendadak?

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
10 jam 31 menit lalu
    Bagikan  
DISPARKRAF
HELO LAMPUNG

DISPARKRAF - Bobby Irawan (Foto Yopie Pangkey)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Baru dua pekan lalu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, Boby Irawan, mengklaim lonjakan prestasi kunjungan wisatawan. Angkanya meroket hingga 24,7 juta perjalanan. Namun, secara mengejutkan, Boby justru mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (27/1/2026).

Sebelum pengunduran diri itu terjadi, berbagai rumor telah lebih dulu berembus dan sampai ke telinga Helo Indonesia. Isu tersebut berkisar pada kepemimpinan Boby Irawan, mulai dari klaim jumlah wisatawan yang dinilai “waw” hingga kabar adanya “surat protes” terkait gaya kepemimpinannya di internal dinas.

Tak hanya itu, ironi juga mencuat terkait pendapatan yang dihasilkan dinas ini. Selama masa kepemimpinan Boby pada 2022–2025, pendapatan yang tercatat disebut hanya sekitar Rp12 juta per tahun, sementara suntikan anggaran dari APBD mencapai Rp22.436.340.424 per tahun.

Anggaran tersebut meliputi tunjangan kepala dinas sekitar Rp20–25 juta per bulan, belanja pegawai Rp8 miliar, belanja barang dan jasa Rp12.573.338.700, belanja hibah Rp781.720.000, belanja modal peralatan dan mesin Rp648.079.000, serta belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp205.320.000.

Di tengah berbagai spekulasi itu, Boby Irawan menegaskan bahwa pengunduran dirinya murni karena alasan keluarga. Ia mengaku ingin lebih fokus merawat ibunya yang telah sakit selama beberapa bulan terakhir dan membutuhkan perhatian ekstra.

Boby juga membantah isu bahwa dirinya diperintahkan mundur dari jabatan tersebut. Ia menekankan bahwa keputusan itu diambil secara sukarela demi kepentingan keluarga. Jabatan Kepala Dinas Parekraf pun diserahkannya kepada Pelaksana Tugas, Tony Ferdiansyah.

Yang pasti, Bobby mengklaim sektor pariwisata Provinsi Lampung sukses mencatatkan sejarah baru pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, angka kunjungan wisatawan ke "Gerbang Pulau Sumatera" ini tembus di angka 24,7 juta perjalanan hingga November 2025.

Capaian fantastis ini membawa Lampung melesat masuk ke dalam 10 besar destinasi wisata favorit nasional, bersanding ketat dengan destinasi kelas dunia lainnya. Pertumbuhannya melampaui rata-rata nasional mencapai 53,50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari kunjungannya itu, kliemnya lagi, ada perputaran Rp53,11 triliun di Lampung atau melonjak 74% yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Menurut Bobby, ekosistem pariwisata ini telah menghidupkan lebih dari 3.000 UMKM serta menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja. Hal ini menegaskan bahwa pariwisata telah menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif bagi Bumi Ruwa Jurai.

Cuma satu kata atas klaim prestasi dan mundurnya Boby: waw! (HBM)